Ads Hostinger

Bencana

Bencana

Muhammadiyah Salurkan 600 Tabung Oxycan untuk Relawan Karhutla di Kalimantan Tengah

Muhammadiyah Salurkan 600 Tabung Oxycan untuk Relawan Karhutla di Kalimantan Tengah

KALIMANTAN TENGAH — Di tengah semakin pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Muhammadiyah terus memperkuat aksi kemanusiaan untuk mendukung penanganan bencana di Kalimantan Tengah (Kalteng). Melalui semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR), Muhammadiyah menyalurkan 600 tabung oksigen portabel atau oxycan bagi para relawan yang bertugas di lapangan.

Per Oktober 2026, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah dilaporkan mencapai 18.050,68 hektare. Ancaman kebakaran juga muncul di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, sehingga upaya penanganan dan perlindungan bagi relawan menjadi semakin penting.

Penyaluran bantuan oxycan dilaksanakan pada Kamis (15/10/2026) melalui pos koordinasi dan pos layanan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di bawah koordinasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan relawan yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla.

Adapun distribusi bantuan dilakukan ke sejumlah wilayah, yakni pos layanan MDMC Kota Palangka Raya sebanyak 75 tabung, Kabupaten Kotawaringin Timur 75 tabung, Kabupaten Katingan 50 tabung, Kabupaten Kotawaringin Barat 50 tabung, Kabupaten Murung Raya 50 tabung, Kabupaten Kapuas 36 tabung, dan Kabupaten Pulang Pisau 36 tabung. Sementara itu, pos koordinasi dan pos layanan MDMC PWM Kalimantan Tengah menerima 228 tabung.

Dengan demikian, total 600 tabung oxycan telah disalurkan untuk mendukung para relawan yang bertugas dalam penanganan karhutla di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.

Ketua Pos Koordinasi (Poskor) MDMC Kalimantan Tengah, Inayati Muharini, menyampaikan bahwa kelancaran kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang bahu-membahu dalam semangat ta'awun dan gotong royong menghadapi situasi darurat akibat karhutla.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur, di antaranya LAZISMU, masyarakat Jawa Timur, serta PT Samator Group yang telah memberikan bantuan oxycan bagi para relawan di lapangan.

“Semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR) menjadi penguat bagi kami untuk terus hadir, memberikan manfaat, dan menawarkan solusi di tengah bencana. Ikhtiar ini diharapkan dapat mendukung perlindungan kesehatan para relawan serta memperkuat ketahanan masyarakat. Semoga upaya bersama ini menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan bagi seluruh warga,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Area LAZISMU Kalimantan Tengah, Kurniawan, menegaskan bahwa melalui program Indonesia Siaga, LAZISMU terus mendukung respons kemanusiaan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan. Penggalangan dana kemanusiaan juga terus dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak dan memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan.

Menurutnya, sejumlah kebutuhan yang masih diperlukan dalam penanganan karhutla meliputi tabung oksigen, masker N95, obat-obatan, vitamin, alat pelindung diri (APD) bagi relawan, nutrisi untuk petugas, serta peralatan pemadam api.

“Muhammadiyah hadir memberi untuk negeri melalui program Indonesia Siaga yang dijalankan LAZISMU Kalimantan Tengah. Kami terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik dengan jaringan LAZISMU di seluruh Indonesia maupun mitra lainnya, termasuk PT Samator Group. Kolaborasi ini menjadi upaya bersama untuk memperkuat kemampuan kita dalam menghadapi bencana karhutla,” ujarnya.

LAZISMU Kalteng Buka Donasi Kemanusiaan

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membantu penanganan karhutla, LAZISMU Kalimantan Tengah masih membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui program Indonesia Siaga.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan donasi melalui rekening berikut:

  • Bank: Bank Syariah Indonesia (BSI)
  • Nomor rekening: 104 683 6886
  • Peruntukan: Infak/Sedekah
  • Atas nama: LAZISMU PWM Kalteng
  • Konfirmasi donasi: 0822 5546 9065 (LAZISMU Kalteng)

Melalui kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak, Muhammadiyah berharap dukungan terhadap relawan dan masyarakat terdampak karhutla dapat terus diperkuat. Semangat gotong royong dan ta'awun menjadi landasan untuk memastikan aksi kemanusiaan tetap berjalan di tengah situasi darurat, sekaligus membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Apa reaksi Anda?
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan berita terbaru dan update langsung ke email Anda. Gratis!