KESADARAN DALAM HIDUP
Ingat, waktu di dunia ini akan berakhir dan akan tiba hari Kiamat. Kapan itu? Hanya Allah yang mengetahui kapan berakhirnya waktu di dunia dan terjadinya hari Kiamat, serta tidak ada seorang pun yang mengetahui tentang hal ini. Dalam Islam hanya dijelaskan tanda-tanda hari Kiamat, sebagai pembelajaran dan persiapan bagi umat Islam. قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ(١٨٧). “…Katakanlah, sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat adalah hanya di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” QS. Al-A’rāf (7) ayat 187 Dalam hadis riwayat Muslim dari sahabat Umar ra yang menjelaskan percakapan Rasulullah Saw dengan Malaikat Jibril, di antaranya tentang hari Kiamat dan hanya disampaikan tanda-tanda Kiamat saja, tidak terkait kapan waktu kejadiannya. Dunia tempat untuk beramal, maka kita tidak boleh menyia-nyiakan umur atau waktu kita di dunia ini, kita harus isi dengan mengerjakan amal saleh, berada di jalan yang Allah ridhai, karena di dunia hanya tempat persinggahan, selanjutnya menuju negeri akhirat yang kekal. Dunia sementara akhirat selamanya. بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا(١٦) وَالْأۤخِرَةُ خَيْرٌوَّأَبْقٰى(١٧) “Adapun kamu (orang-orang kafir) mengutamakan kehidupan dunia (16) Padahal kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal(17).” QS. Al-A’lā (87) ayat 16-17 Jabatan akan berakhir atau pensiun pada waktunya.
Uang, harta benda dan sejenisnya akan meninggalkan kita, apabila tidak maka kita yang akan meninggalkannya, karena setiap manusia, setiap yang bernyawa akan mendapati kematian dan jenazah itu hanya didampingi amalanya, adapun keluarga dan hartanya akan kembali pulang setelah pemakaman. كُلُّ نَفْسٍ ذۤائِقَةُ الْمَوْتِ, “Setiap yang bernyawa akan mengalami kematian…” QS. Ali-‘Imrān (3) ayat 185 Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Anas bin Malik ra, Rasulullah Saw bersabda, يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ, فَيَرْجِعُ اِثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ, يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ, فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ, وَيَبْقَى عَمَلُهُ. “Yang mengikuti jenazah sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikuti jenazah adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali keluarga dan hartanya, sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” Kemudian, Jangan sampai harta benda, anak, jabatan dan kehidupan dunia dapat melalaikan kita dari Allah Swt, dan juga jangan sampai mengikuti langkah-langkah setan yang pandai menipu dan menyuruh manusia berbuat kemaksiatan. يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لاَتُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلۤااَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَأُولٰۤئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ (٩). “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta-bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” QS. Al-Munāfiqūn (63) ayat 9 يٰۤاَ يُّهَا النَّاسُ اِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ, فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُوْرُ (٥). “Wahai manusia sekalian! Sesungguhnya janji Allah itu haqq (benar). Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah.” QS. Fāṭir (35) ayat 5 يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لاَ تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ, وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَإِنَّهٗ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan maka sesungguhnya setan menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan mungkar…” QS. An-Nūr (24) ayat 21 Oleh karena itu, sadarlah, jangan lalai dan jangan sampai kita menjadi manusia yang merugi karena tidak melaksanakan ketaatan kepada Allah Swt. Semangat jangan menyerah, optimis jangan putus asa, teruslah berjuang di jalan yang Allah ridhai.
Kapan pun dan di mana pun, baik dalam keadaan sendiri maupun bersama orang, baik dalam keadaan sempit maupun lapang, kita tetap menjadi hamba yang beriman, bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya, kemudian mengerjakan amal saleh dan memberikan keteladanan (berakhlak mulia). وَالْعَصْرِ(١) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ (٢) إِلاَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْابِالْحَقِّ وَتَوَصَوْا بِالصَّبْرِ(٣) “Demi masa (1) Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian (2) Kecuali beriman kepada Allah Swt, mengerjakan amal saleh, saling menasehati akan kebenaran (haqq) dan kesabaran.” QS. Al-‘Ashr (103) ayat 1-3 Dalam hadis riwayat At-Tirmdzi dari sahabat Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman Muadz bin Jabal ra, dari Rasulullah Saw bersabda, اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ, وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا, وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. “Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya akan menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik (keteladanan).” Kita memohon kepada Allah agar kita istikamah dan selalu di jalan yang Allah ridhai, dimudahkan dalam melaksanakan ketaatan dan dimudahkan pula dalam meninggalkan kemaksiatan atau kezaliman aamiin.