Musywil XXIII IPM Kalimantan Selatan Gunakan E-Voting, Panlih Gandeng MPI Muhammadiyah Banjar dan Tim IT Habarmu.com
BARABAI – Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kalimantan Selatan yang akan digelar pada 26–28 Juni 2026 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dipastikan menggunakan sistem e-voting dalam proses pemilihan formatur dan kepengurusan periode mendatang.
Penerapan sistem pemungutan suara elektronik ini merupakan upaya Panitia Pemilih (Panlih) untuk menghadirkan proses demokrasi yang lebih modern, transparan, cepat, dan akuntabel. Dalam pelaksanaannya, Panlih Musywil XXIII IPM Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banjar serta tim IT Habarmu.com.
Ketua Panlih Musywil XXIII IPM Kalimantan Selatan, Andri Zulfadian Fauzi, mengatakan penggunaan e-voting menjadi langkah penting dalam menjawab perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan musyawarah organisasi pelajar Muhammadiyah.
“Musywil kali ini menjadi momentum bagi IPM Kalimantan Selatan untuk menunjukkan bahwa organisasi pelajar mampu beradaptasi dengan perkembangan digital. Melalui sistem e-voting, kami ingin memastikan proses pemilihan berjalan lebih efektif, transparan, serta meminimalkan potensi kesalahan dalam penghitungan suara,” ujarnya.
Andri menjelaskan bahwa sistem yang digunakan telah melalui tahap persiapan dan pengujian bersama tim teknis. Selain mempermudah proses pemungutan suara, hasil pemilihan nantinya dapat diketahui lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
“Seluruh mekanisme dirancang agar tetap menjaga prinsip kerahasiaan suara, keamanan data, dan keabsahan hasil pemilihan. Kami berharap peserta Musywil dapat menerima inovasi ini sebagai bagian dari transformasi digital di lingkungan IPM,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kabupaten Banjar, Al Bawi, menyatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan e-voting agar berjalan lancar dan dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan musyawarah organisasi Muhammadiyah lainnya.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Kami ingin menghadirkan sistem yang mudah digunakan, aman, dan dapat meningkatkan kepercayaan peserta terhadap proses pemilihan. Semoga penerapan e-voting pada Musywil XXIII IPM Kalimantan Selatan dapat menjadi model bagi kegiatan-kegiatan organisasi di masa mendatang,” katanya.
Menurut Al Bawi, kolaborasi antara MPI Muhammadiyah Kabupaten Banjar dan tim IT Habarmu.com menjadi bentuk sinergi dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung tata kelola organisasi yang lebih profesional.
Musywil XXIII IPM Kalimantan Selatan sendiri akan diikuti oleh delegasi pimpinan daerah IPM se-Kalimantan Selatan. Selain agenda pemilihan kepemimpinan baru, forum tertinggi tingkat wilayah tersebut juga akan membahas arah gerakan dan program strategis IPM Kalimantan Selatan untuk periode berikutnya.
Dengan penerapan e-voting, Musywil XXIII di Barabai diharapkan menjadi tonggak baru modernisasi sistem pemilihan dalam tubuh IPM sekaligus memperkuat komitmen organisasi terhadap transparansi, efisiensi, dan pemanfaatan teknologi digital.