Ads Hostinger

Acara dan Kegiatan

Acara dan Kegiatan

36 Calon Formatur Resmi Diumumkan, Musywil XXIII IPM Kalimantan Selatan 2026 Diprediksi Jadi Ajang Perebutan Kepemimpinan Paling Panas

36 Calon Formatur Resmi Diumumkan, Musywil XXIII IPM Kalimantan Selatan 2026 Diprediksi Jadi Ajang Perebutan Kepemimpinan Paling Panas

HULU SUNGAI TENGAH – Suhu pergerakan pelajar Muhammadiyah di Kalimantan Selatan mulai memanas. Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIII Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Kalimantan Selatan yang akan digelar pada 26–28 Juni 2026 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), panitia resmi mengumumkan 36 nama calon formatur sementara yang siap bertarung memperebutkan kepercayaan peserta musyawarah.

Pengumuman tersebut langsung menjadi perhatian kader IPM dari berbagai daerah. Nama-nama yang diumumkan berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, mulai dari Banjar, Banjarbaru, Banjarmasin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, Tanah Bumbu hingga kader yang berasal dari PW IPM Kalimantan Selatan.

Musywil sendiri merupakan forum permusyawaratan tertinggi tingkat wilayah yang akan menentukan arah gerakan IPM Kalimantan Selatan selama dua tahun ke depan. Karena itu, momentum ini dinilai sangat strategis dalam menentukan siapa saja kader terbaik yang akan memimpin organisasi pelajar Muhammadiyah terbesar di Kalimantan Selatan.

Menariknya, daftar calon formatur tahun ini memperlihatkan persaingan yang cukup terbuka. Tidak ada satu daerah yang benar-benar mendominasi secara mutlak. Beberapa nama yang selama ini aktif di tingkat daerah maupun wilayah kini mulai menjadi perbincangan di kalangan kader.

Dari daftar yang diumumkan, Kotabaru menjadi salah satu daerah dengan jumlah calon yang cukup banyak. Sementara itu, sejumlah kader dari PW IPM Kalimantan Selatan yang saat ini aktif di tingkat wilayah juga masuk dalam daftar calon formatur sementara. Kondisi ini diperkirakan akan membuat proses pemilihan berlangsung dinamis dan kompetitif.

Musywil XXIII tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan. Forum ini juga menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi, penyusunan program kerja, hingga perumusan strategi menghadapi tantangan pelajar di era digital yang semakin kompleks.

Sejumlah kader yang dihubungi menyebut Musywil tahun ini menjadi salah satu yang paling dinantikan dalam beberapa tahun terakhir. Selain berlangsung di Hulu Sungai Tengah yang dikenal memiliki basis kader Muhammadiyah cukup kuat, antusiasme kader dari berbagai daerah juga terlihat semakin tinggi melalui berbagai diskusi dan konsolidasi menjelang pelaksanaan musyawarah.

Panitia pelaksana saat ini terus mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis guna menyambut ratusan peserta dan peninjau yang diperkirakan akan hadir dari seluruh penjuru Kalimantan Selatan.

Dengan diumumkannya 36 calon formatur sementara, perhatian kader kini tertuju pada tahapan berikutnya. Nama-nama yang berhasil mendapatkan dukungan mayoritas peserta nantinya akan menjadi formatur terpilih yang bertugas menyusun kepengurusan PW IPM Kalimantan Selatan periode selanjutnya.

Musywil XXIII di Hulu Sungai Tengah diprediksi tidak hanya menjadi agenda organisasi biasa. Forum ini akan menjadi panggung lahirnya gagasan baru, regenerasi kepemimpinan, serta arah masa depan gerakan pelajar Muhammadiyah di Banua.

Kini satu pertanyaan mulai ramai diperbincangkan di kalangan kader. Siapa yang akan mendapatkan kepercayaan memimpin PW IPM Kalimantan Selatan periode berikutnya?

Jawabannya akan ditentukan pada 26–28 Juni 2026 mendatang di Hulu Sungai Tengah, ketika ratusan kader berkumpul dalam forum tertinggi IPM tingkat wilayah yang dipastikan menjadi salah satu agenda organisasi pelajar paling bergengsi di Kalimantan Selatan tahun ini.

Apa reaksi Anda?
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan berita terbaru dan update langsung ke email Anda. Gratis!