Ads Hostinger

Berita Dunia

Berita Dunia

Iran Longgarkan Akses Selat Hormuz, Kapal Jepang Mulai Dapat Jalur Aman

Iran Longgarkan Akses Selat Hormuz, Kapal Jepang Mulai Dapat Jalur Aman

Ketegangan di Timur Tengah mulai menunjukkan celah baru. Iran kini memberi sinyal pelonggaran akses di Selat Hormuz dengan mengizinkan kapal-kapal Jepang melintas, meski sebelumnya jalur vital ini sempat diblokir hampir total akibat konflik militer.


Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz sebenarnya tidak ditutup sepenuhnya. Iran hanya membatasi kapal dari negara yang dianggap terlibat dalam serangan terhadap wilayahnya. Sementara itu, negara yang tidak bermusuhan, termasuk Jepang, masih bisa melintas dengan koordinasi tertentu. 


Teheran bahkan menyatakan siap menyediakan jalur aman khusus bagi kapal Jepang. Pemerintah Iran saat ini sedang berdiskusi langsung dengan Tokyo untuk memastikan mekanisme pelayaran yang aman di tengah situasi perang. 


Langkah ini menjadi penting karena Jepang sangat bergantung pada Selat Hormuz. Sekitar 90 persen pasokan minyak Jepang berasal dari jalur tersebut, sehingga gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada stabilitas energi negara tersebut. 


Sebelumnya, konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel membuat kawasan ini nyaris lumpuh. Ancaman militer dari Garda Revolusi Iran membuat banyak kapal memilih menahan diri, sehingga lalu lintas minyak global ikut terganggu. 


Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur energi paling krusial di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati kawasan ini, sehingga setiap gangguan langsung memicu lonjakan harga energi internasional. 


Dalam perkembangan terbaru, Iran mulai menerapkan pendekatan selektif. Negara-negara seperti China, India, Pakistan, hingga Jepang mulai mendapat izin terbatas untuk melintas, selama tidak terlibat dalam konflik. 


Meski begitu, situasi masih jauh dari stabil. Iran menegaskan bahwa mereka tidak sekadar menginginkan gencatan senjata, tetapi penghentian perang secara menyeluruh. Di sisi lain, tekanan dari Amerika Serikat terhadap sekutunya untuk ikut membuka jalur tersebut masih terus berlangsung. 


Kondisi ini membuat Selat Hormuz tetap menjadi titik paling rawan dalam geopolitik global saat ini. Kebijakan Iran yang mulai melunak bisa menjadi tanda awal deeskalasi, tetapi juga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung arah konflik ke depan.

Bagikan:
Administrator

Administrator

HABARMU adalah portal berita terpercaya yang menyajikan berbagai informasi terkini, akurat, dan terverifikasi kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menghadirkan berita yang faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga pembaca dapat memperoleh informasi yang jelas, relevan, dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan