Menatap Kabut Asap Kalimantan Selatan: Kala Lahan Terbakar dan Napas Terancam
Saat musim kemarau tiba, kabut-kabut selalu kembali mengintai Kalimantan Selatan. Musim kering yang hanya siklus cuaca biasa, di wilayah kalimantan selatan sering berubah menjadi periode yang mencekam akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fenomena ini menjadi bencana tahunan yang tak pernah hilang, fenomena ini selalu meninggalkan jejak kerusakan lingkungan hingga mengancam kesehatan ribuan warga.
Penyebab utama dari fenomena ini tak bisa dilepaskan dari kondisi geografisnya yang didominasi tanah gambut. Karakteristik lahan gambut yang kaya akan bahan organik membuatnya sangat mudah terbakar ketika mengering. Sekali api menyulut lapisan atas, bara akan menjalar hingga ke dalam tanah, membuat pemadaman menjadi amat sulit dilakukan. Ditambah lagi dengan praktik pembukaan lahan secara pintas dengan cara dibakar, skala kebakaran pun meluas dengan sangat cepat hingga tak terkendali.
Dampak yang timbul dari fenomena ini tidak main-main. Yang paling nyata dirasakan masyarakat adalah munculnya kabut asap pekat. Asap ini tidak hanya mengganggu penglihatan di jalan raya dan aktivitas penerbangan, namun juga mengancam kesehatan warga secara perlahan.
Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melonjak drastis, menyasar ke anak-anak hingga lansia. Di samping itu, keanekaragaman hayati yang menjadi kekayaan alam Kalimantan menjadi karena habitat flora dan fauna harus hangus di lahap kobaran api yang tak kunjung berhenti.
Penyelesaian fenomena ini memerlukan langkah nyata dan kontribusi penuh dari pemerintah dani masyarakat. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum harus lebih tegas menindak oknum-oknum yang sengaja membakar lahan demi keuntungan pribadi. Namun, penegakan hukum saja tidak cukup.
Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan sangat di perlukan, serta optimalisasi sumur bor dan sekat kanal untuk menjaga kelembapan lahan gambut harus terus ditingkatka.. Bagaimanapun juga, menjaga langit Kalimantan tetap biru adalah tanggung jawab bersama agar generasi mendatang tidak terus-menerus diwarisi kabut asap.
-fadil pratama-