Salut! Solidaritas Warga Kalteng untuk Korban Banjir Sumatera Tak Pernah Padam
Palangkaraya - Banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November 2025 meninggalkan luka mendalam. Bencana dahsyat tersebut tidak hanya merusak infrastruktur dan ribuan rumah warga, tetapi juga merenggut ratusan jiwa. Hingga kini, dampaknya masih dirasakan oleh para korban yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Di tengah kondisi tersebut, solidaritas kemanusiaan terus mengalir dari berbagai daerah, termasuk dari Kalimantan Tengah. Melalui program Indonesia Siaga, LAZISMU se-Kalimantan Tengah kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan tahap lanjutan. Pada tahap kedua ini, total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp146.595.295.
Bencana yang terjadi sekitar empat bulan lalu itu bukan sekadar fenomena cuaca ekstrem. Lebih dari itu, peristiwa tersebut menjadi cerminan rapuhnya tata kelola lingkungan dan mitigasi bencana di sejumlah wilayah. Hal ini mendorong LAZISMU untuk terus bergerak, menggalang solidaritas lintas daerah demi membantu pemulihan para korban.
Berdasarkan data LAZISMU PWM Kalimantan Tengah, dana tahap lanjutan ini dihimpun dari 14 kantor LAZISMU kabupaten dan kota. LAZISMU wilayah Kalimantan Tengah menjadi penyumbang terbesar dengan total Rp36.022.295, disusul Kabupaten Kapuas sebesar Rp34.350.000 dan Barito Utara Rp26.395.000.
Kontribusi signifikan lainnya datang dari Kotawaringin Timur sebesar Rp16.800.000, Pulang Pisau Rp18.912.000, serta Barito Selatan Rp9.042.000. Sementara Barito Timur menyumbang Rp3.150.000 dan Kota Palangka Raya sebesar Rp1.924.000.
Ketua LAZISMU Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani, menegaskan bahwa penghimpunan dan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam merespons kebencanaan secara cepat, transparan, dan terkoordinasi. Bantuan yang terkumpul akan disalurkan melalui LAZISMU pusat dan jaringan Muhammadiyah di wilayah terdampak, bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center serta relawan setempat.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh. Dengan semangat kebersamaan dan One Muhammadiyah One Response (OMOR), kami terus hadir untuk negeri—sedikit bicara, banyak bekerja,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat Kalimantan Tengah mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial lintas wilayah. Meski jarak jauh dan waktu telah berlalu sejak bencana terjadi, dukungan masyarakat tetap mengalir dalam bentuk donasi dan doa.
Penyaluran bantuan tahap lanjutan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan LAZISMU dalam mendampingi korban bencana hingga proses pemulihan. Hingga kini, LAZISMU Kalimantan Tengah masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi melalui program Indonesia Siaga, sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.
Komentar (1)
muhammad fitriani
Luar biasa.... Tetap semangat dalam berkarya (literasi)