Ads Hostinger

Infrastruktur

Infrastruktur

Prabowo Tunjuk AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Prabowo Tunjuk AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menunjuk Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian struktur pemerintahan di era Kabinet Merah Putih. 

Penunjukan AHY sekaligus menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Luhut Binsar Pandjaitan saat masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Perubahan tersebut tertuang dalam revisi aturan mengenai percepatan penyelenggaraan prasarana dan sarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. 

Dalam susunan terbaru Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung, AHY bertindak sebagai ketua, sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, ditetapkan sebagai wakil ketua. Komite tersebut juga melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga strategis, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian ATR/BPN, Badan Pengaturan BUMN, serta Badan Pengelola Investasi Danantara. 

Pemerintah menilai perubahan struktur komite diperlukan untuk menyesuaikan nomenklatur kementerian dan memperkuat koordinasi dalam pengelolaan proyek kereta cepat. Selain itu, masuknya sejumlah lembaga baru diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan serta pengambilan keputusan terkait pengembangan proyek strategis nasional tersebut. 

Tidak hanya berfungsi sebagai forum koordinasi, Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga memiliki kewenangan strategis dalam menangani berbagai persoalan proyek. Komite dapat membahas dan menetapkan langkah-langkah terkait pembengkakan biaya proyek atau cost overrun, perubahan struktur pendanaan, hingga bentuk dukungan pemerintah yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan proyek. 

Dalam aturan terbaru, komite juga diberikan kewenangan untuk menyepakati langkah penyelesaian kewajiban perusahaan patungan yang terlibat dalam proyek kereta cepat. Termasuk di dalamnya kemungkinan perubahan porsi kepemilikan, penyesuaian skema pendanaan, hingga dukungan modal apabila dibutuhkan dalam pengembangan proyek ke depan. 

Penunjukan AHY dinilai sejalan dengan peran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang saat ini bertanggung jawab mengoordinasikan berbagai proyek infrastruktur nasional. Sebelumnya, AHY juga mendapat tugas dari Presiden Prabowo untuk mengawal pengembangan konsep lanjutan kereta cepat hingga Surabaya sebagai bagian dari penguatan konektivitas antarkota besar di Pulau Jawa. 

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sendiri merupakan salah satu proyek transportasi terbesar di Indonesia yang mulai beroperasi pada Oktober 2023. Kehadiran kereta cepat tersebut menjadi simbol modernisasi transportasi nasional sekaligus bagian dari upaya meningkatkan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kawasan. 

Dengan susunan komite yang baru, pemerintah berharap pengelolaan proyek kereta cepat dapat berjalan lebih efektif, terutama dalam menghadapi tantangan pembiayaan, pengembangan jaringan, serta rencana ekspansi proyek ke wilayah lain di Indonesia pada masa mendatang. 

Apa reaksi Anda?
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan berita terbaru dan update langsung ke email Anda. Gratis!