Wartawan Cilik SD Muhammadiyah Martapura Wawancarai Din Syamsuddin di Tahun Baru Islam
Banjarbaru. Momen Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi pengalaman berharga bagi dua Wartawan Cilik SD Muhammadiyah Martapura, Humaira Alkatiri dan Rahma Adelia. Keduanya mendapat kesempatan mewawancarai tokoh nasional sekaligus cendekiawan Muslim, Prof. Din Syamsuddin, di salah satu hotel di Kota Banjarbaru, Selasa (16/6/2026).
Didampingi Kepala SD Muhammadiyah Martapura, Faisal Akbar, mereka berangkat dari sekolah sejak pukul 07.30 WITA dengan penuh semangat. Setibanya di lokasi kegiatan, Humaira dan Rahma tampil percaya diri mengajukan sejumlah pertanyaan terkait makna Tahun Baru Hijriah, khususnya bagi generasi muda.
Menjawab pertanyaan tersebut, Prof. Din Syamsuddin menegaskan bahwa hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik semata, tetapi juga mencakup perubahan mental dan spiritual. Menurutnya, setiap Muslim dituntut untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu.
“Hakikat hijrah adalah perpindahan dan perubahan. Kita harus berpindah dari keadaan yang kurang baik menjadi baik, bahkan lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari kemarin. Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam menjadikan tahun 1448 Hijriah sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri.
“Tahun ini harus kita jadikan lebih baik dari tahun sebelumnya. Seorang muslim harus terus berubah dan hidup berkemajuan, termasuk para pelajar yang harus berkembang dari waktu ke waktu,” tambahnya.

Sementara itu, Humaira dan Rahma mengaku sangat senang dan bangga atas kesempatan yang diberikan tersebut. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan jurnalistik sejak dini.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menanamkan nilai hijrah, semangat belajar, dan dorongan untuk terus berprestasi di kalangan siswa.