Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina, Pergerakan Armuzna Tahun 2026 Berjalan Lancar
Arab Saudi - Pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna tahun 1447 Hijriah dilaporkan berjalan lancar. Hingga Rabu 27 Mei 2026, seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Mina setelah menyelesaikan rangkaian wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyatakan kawasan Muzdalifah kini sudah steril dari jemaah Indonesia. Proses perpindahan jutaan jemaah menuju Mina berlangsung bertahap dengan pengawasan ketat dari petugas haji dan otoritas Arab Saudi. Kelancaran ini menjadi perhatian utama pemerintah mengingat fase Armuzna merupakan tahapan paling padat dan krusial dalam ibadah haji.
Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan skema pergerakan jemaah sejak 25 Mei 2026. Jemaah diberangkatkan dari hotel di Makkah menuju Arafah dalam beberapa gelombang perjalanan untuk mengurangi kepadatan. Petugas juga telah lebih dahulu disiagakan di lokasi untuk memastikan kesiapan tenda, transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga bimbingan ibadah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyebut koordinasi antara petugas haji Indonesia dan otoritas Arab Saudi terus dilakukan selama proses Armuzna berlangsung. Menurutnya, kelancaran perpindahan jemaah tidak lepas dari kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan petugas dan jadwal keberangkatan.
Selain memastikan mobilisasi berjalan aman, pemerintah juga memberi perhatian besar terhadap kondisi kesehatan jemaah. Cuaca panas ekstrem di Mina menjadi tantangan utama selama fase puncak haji tahun ini. Suhu udara pada siang hari dilaporkan mencapai 41 derajat Celsius. Karena itu, jemaah diminta membatasi aktivitas di luar tenda pada jam-jam tertentu.
Pemerintah bahkan mengeluarkan imbauan agar jemaah tidak melakukan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi demi menghindari risiko heatstroke dan kelelahan akibat suhu tinggi. Jemaah diminta memperbanyak minum air, memakai alat pelindung diri seperti payung dan masker, serta menjaga stamina selama berada di Mina.
Untuk mendukung kelancaran layanan, sebanyak 751 petugas disiagakan di Mina. Mereka bertugas membantu pengaturan jemaah, distribusi konsumsi, pelayanan kesehatan, hingga penanganan jemaah lansia dan disabilitas. Pemerintah juga mengajak seluruh jemaah menjaga semangat gotong royong selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Keselamatan dan kenyamanan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” demikian salah satu pesan yang terus disampaikan petugas kepada para jemaah selama fase Armuzna berlangsung.
Kelancaran pergerakan jemaah tahun ini mendapat perhatian karena pada musim haji sebelumnya sempat terjadi kendala transportasi di Muzdalifah. Pada pelaksanaan haji 2025, sejumlah jemaah dilaporkan terlambat dijemput bus sehingga harus berjalan kaki menuju Mina dalam kondisi padat dan cuaca panas. Sebagian jemaah bahkan sempat kesulitan mendapatkan tempat di tenda Mina.
Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah Indonesia dan Arab Saudi untuk memperbaiki tata kelola layanan haji tahun ini. Tim Pengawas DPR RI sebelumnya juga menilai penyelenggaraan haji 2026 menunjukkan banyak perbaikan dibanding tahun lalu, terutama dalam aspek transportasi dan pengaturan fase Armuzna.
Saat ini, jemaah haji Indonesia dijadwalkan melanjutkan rangkaian ibadah di Mina, termasuk mabit dan lempar jumrah pada hari-hari tasyrik. Pemerintah terus mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri beraktivitas di tengah cuaca panas ekstrem.
Fase Armuzna sendiri menjadi inti dari pelaksanaan ibadah haji karena mencakup wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina. Kelancaran tahapan ini sangat menentukan keseluruhan proses ibadah para jemaah selama berada di Tanah Suci.