Kemendikdasmen Kejar Perbaikan 35 Ribu Sekolah, Ribuan Sudah Rampung pada Oktober 2026
Jakarta – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan perkembangan. Hingga Oktober 2026, sebanyak 4.374 satuan pendidikan tercatat telah menyelesaikan pembangunan dari total 35.769 satuan pendidikan yang menjadi sasaran program di seluruh Indonesia.
Program revitalisasi tersebut menyasar satuan pendidikan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pelaksanaannya menggunakan skema swakelola untuk mendukung perbaikan serta pembangunan sarana dan prasarana pendidikan sesuai kebutuhan sekolah.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 sekaligus mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp26 triliun untuk merealisasikan program tersebut. Hingga saat ini, dana yang telah disalurkan kepada penerima manfaat mencapai sekitar Rp20 triliun.
Selain memperbaiki bangunan sekolah yang sudah ada, program revitalisasi juga mencakup pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), yakni 66 unit untuk jenjang PAUD dan 28 unit untuk jenjang SMA.
Perkembangan Revitalisasi di Sejumlah Daerah
Pelaksanaan program revitalisasi di berbagai daerah menunjukkan kemajuan yang beragam. Provinsi Aceh mencatat ratusan sekolah telah menyelesaikan pembangunan, sedangkan sejumlah satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DKI Jakarta masih melanjutkan proses pembangunan.
Di Aceh, program revitalisasi menjangkau 2.891 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp2,5 triliun. Penyaluran dana telah mencapai sekitar Rp2,1 triliun atau 83 persen dari total anggaran.
Dari sisi pembangunan fisik, sebanyak 755 sekolah telah menyelesaikan pembangunan. Sementara itu, 615 sekolah berada pada tahap pengerjaan dengan progres 70 hingga kurang dari 100 persen, dan 578 sekolah lainnya telah mencapai progres 50–70 persen.
Di NTT, program revitalisasi mencakup 1.660 satuan pendidikan dengan dukungan anggaran Rp1,3 triliun. Dana yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp1 triliun. Berdasarkan perkembangan pembangunan fisik, sebanyak 205 sekolah berada pada tahap pengerjaan dengan progres 50–70 persen. Program di wilayah ini juga mencakup pembangunan enam USB PAUD dan satu USB SMA.
Sementara itu, di DKI Jakarta, revitalisasi dilaksanakan pada 114 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp61 miliar. Penyaluran dana telah mencapai sekitar Rp48 miliar atau 78,7 persen dari total anggaran.
Sebanyak 21 sekolah di DKI Jakarta telah menyelesaikan pembangunan. Adapun 46 sekolah lainnya masih berada pada tahap awal pengerjaan dengan progres hingga 25 persen. Salah satu kegiatan pembangunan juga mencakup satu USB PAUD.
Ruang Belajar Layak Dukung Pembelajaran Efektif
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menegaskan pentingnya ketersediaan ruang belajar yang layak untuk menunjang proses pembelajaran.
“Ruang kelas yang aman dan nyaman adalah prasyarat pembelajaran efektif,” ungkap Gogot dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Penyediaan sarana dan prasarana yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Karena itu, pelaksanaan revitalisasi perlu memperhatikan kebutuhan setiap satuan pendidikan serta kualitas hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh murid, guru, dan seluruh warga sekolah.
Melalui program ini, Kemendikdasmen mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak di berbagai wilayah Indonesia. Pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah diharapkan mampu menunjang proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Rincian Sasaran Program Revitalisasi 2026
Secara keseluruhan, sebanyak 35.769 satuan pendidikan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam program Revitalisasi Satuan Pendidikan melalui tahapan reguler dan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tahap I.
Rinciannya meliputi 17.272 satuan PAUD dengan total anggaran lebih dari Rp7 triliun, sebanyak 11.529 SD dengan anggaran lebih dari Rp11 triliun, serta 4.878 SMP dengan anggaran lebih dari Rp5 triliun.
Sementara itu, sebanyak 1.993 SMA telah menandatangani PKS dengan total anggaran lebih dari Rp2 triliun.
Untuk pembangunan unit sekolah baru, PKS telah dilakukan bagi 66 USB PAUD dengan anggaran lebih dari Rp86 miliar dan 28 USB SMA dengan total anggaran lebih dari Rp190 miliar.
Kemendikdasmen berharap program revitalisasi ini dapat memperluas akses terhadap sarana pendidikan yang layak sekaligus mendukung peningkatan mutu pembelajaran bagi murid di seluruh Indonesia.
Sumber: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Siaran Pers Nomor 879/sipers/A6/X/2026, 15 Oktober 2026.