Bantu Warga Terdampak Kabut Asap, Rumah Oksigen Muhammadiyah di Kalteng Layani 793 Orang
PALANGKA RAYA – Muhammadiyah terus memperkuat aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Melalui semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR), Muhammadiyah bersama LAZISMU, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), organisasi otonom, serta berbagai unsur persyarikatan menghadirkan layanan kesehatan dan rumah oksigen bagi warga yang terdampak kabut asap.
Berdasarkan laporan layanan rumah singgah oksigen Muhammadiyah se-Kalimantan Tengah, sebanyak 793 orang telah berkunjung untuk mendapatkan layanan selama periode 18 Agustus hingga 10 Oktober 2026.
Upaya tersebut dilakukan di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Hingga 7 Oktober 2026, Posko Karhutla Kalimantan Tengah mencatat sebanyak 5.848 kejadian karhutla. Pada Oktober 2026, luas lahan yang masih dalam penanganan dilaporkan mencapai 513,89 hektare, termasuk munculnya titik api baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Ketua Pos Komando dan Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Inayati Muharini, mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan dan memperkuat layanan kepada masyarakat melalui program Indonesia Siaga.
Menurut Inayati, berdasarkan laporan lapangan pada 13 Oktober 2026, relawan Muhammadiyah tidak hanya terlibat dalam upaya pemadaman dan pendinginan, tetapi juga memberikan berbagai layanan kemanusiaan. Layanan tersebut meliputi rumah singgah oksigen, mobil oksigen, pelayanan kesehatan lapangan, pembagian masker, layanan nutrisi, serta edukasi kepada masyarakat.
“Rumah oksigen terus disiapkan untuk masyarakat Kalimantan Tengah,” ujar Inayati.
Di Kota Palangka Raya, masyarakat dapat mengakses layanan rumah oksigen Muhammadiyah di beberapa lokasi. Rumah Oksigen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah beralamat di Jalan RTA Milono, kompleks Perguruan Muhammadiyah, dengan jam layanan pukul 08.00–16.00 WIB.
Selain itu, terdapat Pos Pelayanan Muhammadiyah di Jalan Damang Batu Nomor 20A yang beroperasi selama 24 jam, serta Pos Pelayanan APHI–MDMC Kalimantan Tengah di Jalan Beruk Angis Nomor 16 yang melayani masyarakat pukul 08.00–16.00 WIB.
Manager Area LAZISMU Kalimantan Tengah, Kurniawan, mengungkapkan bahwa melalui program Indonesia Siaga, Muhammadiyah juga menghadirkan rumah oksigen di sejumlah daerah, antara lain di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Muara Teweh, Kasongan, dan Kotawaringin Barat.
Menurut Kurniawan, penyediaan rumah oksigen merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap, terutama warga yang membutuhkan dukungan layanan kesehatan.
“Rumah oksigen ini merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah kepada masyarakat. Kami ingin hadir dan membantu warga yang terdampak kabut asap, khususnya mereka yang mengalami gangguan kesehatan. Keberadaan rumah oksigen tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik warga, donatur maupun unsur Muhammadiyah dan organisasi otonom (Ortom),” ujarnya.
Layanan kemanusiaan ini melibatkan relawan dari MDMC Kalimantan Tengah, LAZISMU Kalimantan Tengah, organisasi otonom Muhammadiyah, tenaga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta para mitra. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat di tengah kondisi darurat akibat karhutla.
Selain menjalankan pelayanan di lapangan, LAZISMU Kalimantan Tengah juga membuka penghimpunan donasi melalui program Indonesia Siaga. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui rekening berikut:
- Bank: Bank Syariah Indonesia (BSI)
- Nomor rekening: 104 683 6886
- Atas nama: LAZISMU PWM Kalteng
- Peruntukan: Infak/sedekah
- Konfirmasi donasi: 0822 5546 9065 (LAZISMU Kalteng)
Melalui sinergi relawan, lembaga kemanusiaan, donatur, dan masyarakat, Muhammadiyah berupaya memastikan warga terdampak kabut asap tetap memperoleh akses terhadap layanan bantuan. Semangat OMOR menjadi landasan untuk menghadirkan pertolongan yang terkoordinasi dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.