Ads Hostinger

Berita Pendidikan

Berita Pendidikan

Pelepasan Burung Karuang Tandai Pembukaan FORTASI SD Almira

Pelepasan Burung Karuang Tandai Pembukaan FORTASI SD Almira

Martapura – Halaman SD Alam Muhammadiyah Martapura berubah menjadi sebuah kawasan petualangan yang penuh warna, semangat, dan keceriaan pada pembukaan Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7). Ratusan peserta didik baru bersama orang tua memadati lingkungan sekolah untuk menyaksikan momen istimewa yang menandai dimulainya perjalanan pendidikan mereka di sekolah berbasis alam tersebut.

Sejak memasuki gerbang sekolah, suasana berbeda langsung terasa. Pepohonan yang rindang dipadukan dengan deretan tenda berkemah, perlengkapan outdoor, dekorasi bernuansa alam, hingga umbul-umbul warna-warni yang menghiasi langit halaman sekolah menghadirkan kesan seolah peserta didik sedang memasuki sebuah pos ekspedisi di tengah hutan.

Konsep tersebut sengaja dihadirkan sebagai gambaran bahwa proses belajar di SD Alam Muhammadiyah Martapura tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di alam terbuka.

Kemeriahan semakin terasa ketika seluruh peserta didik baru mengenakan pakaian bertema petualangan. Dengan dominasi warna-warna bumi, topi rimba, rompi lapangan, serta atribut khas kegiatan alam, anak-anak tampil penuh percaya diri dan antusias. Para fasilitator, guru, dan panitia pun mengenakan busana outdoor yang serasi sehingga menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan penuh semangat kebersamaan.

Gelak tawa anak-anak terdengar sepanjang kegiatan. Berbagai permainan edukatif, yel-yel penyambutan, gerak dan lagu, hingga aktivitas perkenalan membuat peserta didik baru perlahan melepas rasa canggung. Wajah-wajah ceria menghiasi setiap sudut halaman sekolah, memperlihatkan kegembiraan mereka menyambut pengalaman belajar yang baru.

Puncak acara pembukaan FORTASI ditandai dengan pelepasan dua ekor burung karuang. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan belajar peserta didik sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen SD Alam Muhammadiyah Martapura dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Melalui pelepasan burung karuang, sekolah ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa setiap makhluk hidup memiliki hak untuk hidup bebas sesuai habitatnya. Manusia tidak hanya berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga harus menghormati kehidupan satwa, tumbuhan, serta seluruh ekosistem yang menjadi bagian dari ciptaan Allah SWT.

Nilai tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter berbasis alam yang selama ini menjadi ciri khas SD Alam Muhammadiyah Martapura. Sejak hari pertama masuk sekolah, peserta didik diperkenalkan bahwa mencintai lingkungan bukan sekadar teori, melainkan kebiasaan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan, merawat tanaman, tidak mengganggu satwa, serta memelihara keseimbangan alam.

Kepala SD Alam Muhammadiyah Martapura, Firman Hadi, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya pembukaan FORTASI dengan penuh semangat dan kebahagiaan.

"Alhamdulillah, hari ini kita menyambut keluarga baru SD Alam Muhammadiyah Martapura. Selamat datang kepada seluruh ananda dan orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada kami. Semoga hari ini menjadi awal perjalanan yang menyenangkan, penuh makna, dan penuh keberkahan."

Firman juga menyampaikan bahwa pada tahun ajaran ini sekolah siswa baru SD Almira sebanyak 3 kelas

"Alhamdulillah, tahun lalu kita menerima tiga kelas peserta didik baru. Bagi kami, jumlah kelas bukanlah ukuran utama, tetapi bagaimana setiap anak memperoleh pendampingan terbaik, perhatian yang lebih dekat, dan pengalaman belajar yang berkualitas."

Ia kemudian mengajak seluruh peserta didik baru untuk mempersiapkan diri menjalani berbagai pengalaman belajar yang tidak akan mereka temukan di sekolah pada umumnya.

"Selamat datang di SD Alam Muhammadiyah Martapura. Bersiaplah menjadi petualang-petualang kecil yang akan menjelajahi gunung, menyusuri sungai, memasuki hutan, mengenal berbagai tumbuhan dan satwa, belajar dari alam, serta menemukan pengalaman yang menyenangkan setiap harinya. Di sekolah ini, alam adalah ruang belajar, sahabat, sekaligus guru yang akan mengajarkan banyak hal."

Menurut Firman, pembelajaran berbasis alam bertujuan membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami, kepedulian terhadap sesama, keberanian, kemandirian, kemampuan bekerja sama, dan rasa cinta terhadap lingkungan.

Selama pelaksanaan FORTASI, peserta didik baru akan mengikuti berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, pembiasaan karakter Islami, permainan kolaboratif, eksplorasi alam, serta aktivitas yang dirancang secara ramah anak agar proses adaptasi berlangsung menyenangkan tanpa tekanan.

Tema petualangan yang diusung pada FORTASI tahun ini menjadi representasi filosofi pendidikan SD Alam Muhammadiyah Martapura, yakni menghadirkan pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan. Setiap sudut sekolah menjadi ruang eksplorasi yang mengajak anak untuk bertanya, mencoba, bekerja sama, sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas keindahan ciptaan Allah SWT.

Pembukaan FORTASI 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni awal tahun ajaran. Pelepasan dua ekor burung karuang menjadi simbol bahwa pendidikan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga alam. Sejak langkah pertama mereka memasuki sekolah, peserta didik telah diajak memahami bahwa menjadi manusia yang berilmu juga berarti menjadi manusia yang mencintai lingkungan, menghargai kehidupan seluruh makhluk ciptaan Allah, dan siap menjadi generasi yang menjaga bumi untuk masa depan.

Apa reaksi Anda?
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan berita terbaru dan update langsung ke email Anda. Gratis!