Industri dan Perdagangan

Industri dan Perdagangan

Saham BUMI Melemah ke Level 244, Peluang Buy on Weakness Mulai Terbuka namun Belum Optimal

Saham BUMI Melemah ke Level 244, Peluang Buy on Weakness Mulai Terbuka namun Belum Optimal

Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah ditutup melemah ke level 244 pada perdagangan 9 April 2026. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan jual yang konsisten sejak awal sesi hingga penutupan, menandakan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati.

Berdasarkan data perdagangan, saham BUMI terkoreksi sekitar 3,17 persen dari posisi sebelumnya di level 252. Sepanjang hari, harga bergerak dalam rentang 240 hingga 250, menunjukkan bahwa setiap upaya kenaikan belum mampu bertahan lama akibat tekanan jual yang terus muncul, terutama pada sesi siang.

Dari sisi teknikal, posisi harga saat ini berada di area yang cukup krusial. Level 244 sudah menembus pivot support pertama di kisaran 246 dan mendekati support berikutnya di area 240. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan saham BUMI tidak lagi sekadar koreksi ringan, tetapi mulai memasuki fase pengujian support yang lebih dalam dalam jangka pendek. 

Meski demikian, struktur tren jangka pendek belum sepenuhnya rusak. Harga masih berada di atas rata-rata pergerakan MA5 di sekitar 240 dan MA20 di kisaran 226. Namun, tekanan pada tren menengah masih terlihat karena posisi harga masih berada di bawah MA50 di level 260 dan MA100 di sekitar 280.

Kondisi ini menciptakan situasi yang menarik namun sensitif bagi investor. Di satu sisi, harga yang semakin mendekati area support membuka peluang akumulasi. Namun di sisi lain, tekanan jual yang belum mereda membuat risiko penurunan lanjutan masih cukup besar.

Analis menilai bahwa strategi buy on weakness memang mulai relevan, tetapi belum sepenuhnya ideal untuk dieksekusi saat ini. Zona akumulasi yang direkomendasikan berada di kisaran 224 hingga 236, yang berarti harga saat ini masih berada di atas area tersebut. Dengan kata lain, penurunan yang terjadi saat ini justru merupakan proses menuju zona beli yang lebih optimal. 

Dalam skenario teknikal, pergerakan BUMI diperkirakan masih berada dalam fase korektif, tepatnya pada wave C dari wave (B). Fase ini umumnya tidak berlangsung dalam satu kali penurunan, melainkan melalui beberapa tahapan sebelum membentuk dasar yang kuat untuk rebound.

Jika mampu bertahan di area support 224–236, maka peluang rebound masih terbuka dengan target kenaikan di kisaran 266 hingga 280. Namun, apabila harga menembus level 216, maka skenario pemulihan akan batal dan berpotensi membuka ruang penurunan lebih dalam. 

Menariknya, secara historis, saham BUMI sempat mengalami reli signifikan pada awal 2026 sebelum akhirnya terkoreksi tajam akibat aksi jual besar, termasuk dari investor institusi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa volatilitas saham ini cukup tinggi dan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar serta aliran dana besar.

Di tengah situasi ini, investor disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan pembelian tanpa konfirmasi teknikal yang jelas. Pendekatan bertahap dengan disiplin pada level support dan stop loss menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan saham yang masih fluktuatif.

Secara keseluruhan, pelemahan saham BUMI ke level 244 belum dapat dianggap sebagai sinyal kuat dimulainya fase akumulasi. Namun, pergerakan ini menjadi indikasi awal bahwa harga sedang mendekati area menarik untuk buy on weakness, dengan catatan tetap memperhatikan risiko lanjutan dan konfirmasi pergerakan di area support bawah.

Apa reaksi Anda?
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan berita terbaru dan update langsung ke email Anda. Gratis!