Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) merupakan faktor utama dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global sekaligus menjadi jalan keluar dari middle income trap. Hal ini disampaikan dalam acara Ramadhan Leadership ICMI 2026 yang berlangsung di kawasan BRIN Gatot Subroto, Rabu (25/2).
Dalam pemaparannya, Brian menjelaskan bahwa struktur industri di Indonesia saat ini masih didominasi oleh sektor operasional dan belum sepenuhnya berbasis teknologi. Kondisi tersebut dinilai berisiko membuat Indonesia tertinggal dalam persaingan global yang semakin kompetitif, terutama di tengah pesatnya perkembangan transformasi digital di berbagai sektor industri dunia.
Ia juga menyoroti adanya tantangan berupa defisit talenta global, di mana banyak negara membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi tinggi di bidang sains dan teknologi. Situasi ini berpotensi membuat Indonesia kehilangan talenta terbaiknya jika tidak diantisipasi melalui kebijakan yang tepat, termasuk peningkatan kualitas pendidikan, riset, serta inovasi berkelanjutan.
Lebih lanjut, pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan per kapita sebagai langkah menuju status negara maju. Upaya tersebut akan ditempuh melalui penguatan pendidikan tinggi, pengembangan industri berbasis teknologi, hilirisasi sumber daya alam, serta kemandirian pangan nasional sebagai fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Brian menegaskan bahwa penguasaan teknologi dan pembangunan industri dalam negeri menjadi kunci untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan transformasi ekonomi nasional secara menyeluruh.
Ia menambahkan bahwa bonus demografi hingga tahun 2040 merupakan peluang strategis bagi Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Namun, jika momentum ini tidak dimanfaatkan secara optimal, maka peluang menjadi negara maju bisa tertunda hingga puluhan tahun ke depan.
Sebagai penutup, Brian mengajak seluruh pihak untuk mengombinasikan penguasaan teknologi dengan etos kerja serta nilai-nilai spiritual yang kuat, guna mendorong Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi dan sejajar dengan negara maju di dunia.
Sumber:
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)