PVMBG Pastikan Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Level III Siaga
Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih menjadi perhatian pemerintah. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan status Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.
Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Siti Sumilah Rita Susilawati, menegaskan bahwa belum ada peningkatan status meskipun aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sejumlah wilayah.
Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau mulai terpantau sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut menghasilkan abu vulkanik yang kemudian terbawa angin ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda, termasuk sebagian Banten, Lampung, dan wilayah lainnya.
PVMBG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gunung api tersebut, termasuk perkembangan erupsi, kegempaan, serta perubahan kondisi tubuh gunung. Pemantauan dilakukan untuk memastikan perkembangan aktivitas vulkanik dapat segera diketahui dan menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi.
Dengan status Level III atau Siaga, PVMBG memberikan rekomendasi agar masyarakat, wisatawan, pendaki, maupun nelayan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Pembatasan tersebut bertujuan menghindari potensi bahaya berupa lontaran material vulkanik, abu, maupun material lain dari aktivitas erupsi.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawasan gunung api hanya untuk melihat atau merekam aktivitas erupsi. Kondisi di sekitar kawah masih dapat berubah sehingga keselamatan harus menjadi pertimbangan utama.
Di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, khususnya informasi mengenai potensi tsunami. Pemerintah mengimbau masyarakat mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan PVMBG, Badan Geologi, BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah.
Berdasarkan evaluasi PVMBG, kondisi tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk setelah peristiwa erupsi 2018 masih relatif kecil. Karena itu, kondisi saat ini tidak menunjukkan potensi keruntuhan tubuh gunung dalam skala yang dapat memicu tsunami. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara intensif sebagai langkah kewaspadaan.
Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung untuk tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dan mematuhi setiap rekomendasi yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun lembaga teknis terkait.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih akan terus dipantau. Pemerintah memastikan perkembangan kondisi gunung api menjadi dasar dalam menentukan kebijakan keselamatan masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.