Sinergi SMP Alam Muhammadiyah Martapura dan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan Perkuat Literasi Berbasis Trigatra Bangun Bahasa
BANJARBARU – SMP Alam Muhammadiyah Martapura terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan literasi siswa melalui langkah kolaboratif. Pada Kamis, 9 April 2026, perwakilan tenaga pendidik sekolah tersebut melakukan kunjungan resmi ke Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.
Kunjungan ini berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka. Kedua pihak tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga membahas arah kerja sama konkret dalam penguatan literasi berbasis kebahasaan. Fokus utama pembahasan mengarah pada implementasi Trigatra Bangun Bahasa, sebuah konsep yang menekankan pentingnya mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing.
Kepala SMP Alam Muhammadiyah Martapura, Haris Hanifa, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam membangun karakter dan kompetensi siswa secara seimbang. Ia menegaskan bahwa penguatan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menyangkut kesadaran identitas dan kesiapan menghadapi tantangan global.
Menurut Haris, bahasa Indonesia harus menjadi fondasi utama dalam proses pembelajaran karena berfungsi sebagai identitas nasional sekaligus alat komunikasi yang baik dan benar. Di sisi lain, pelestarian bahasa daerah juga perlu diperkuat agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya mereka. Ia menambahkan bahwa penguasaan bahasa asing tetap menjadi kebutuhan penting agar siswa mampu bersaing di tingkat global.
“Sinergi ini menjadi langkah nyata bagi kami untuk menghadirkan pendidikan yang utuh. Siswa tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap bahasa persatuan dan bahasa daerah, serta siap menghadapi dunia internasional,” ujar Haris.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Armiati Rasyid, menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh SMP Alam Muhammadiyah Martapura. Ia menilai bahwa keterlibatan sekolah dalam gerakan Trigatra Bangun Bahasa menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan bahasa sekaligus meningkatkan kualitas literasi di kalangan pelajar.
Armiati menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung program-program sekolah, baik melalui pendampingan, pelatihan, maupun kegiatan literasi yang melibatkan siswa dan guru. Ia menekankan bahwa penguatan bahasa Indonesia harus berjalan beriringan dengan pelestarian bahasa daerah, karena keduanya merupakan bagian penting dari identitas bangsa.
“Kami sangat mengapresiasi langkah SMP Alam Muhammadiyah Martapura. Kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan generasi muda memiliki kemampuan berbahasa yang baik sekaligus tetap berakar pada budaya lokal,” ungkapnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan. Ke depan, kedua pihak berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan literasi yang lebih inovatif dan kontekstual, sehingga mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kebangsaan.