IMM Banjarbaru Gelar DAMNAS 2026, Cetak Kader Profetik yang Siap Menjawab Persoalan Bangsa
BANJARBARU – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Banjarbaru resmi membuka kegiatan Darul Arqam Madya Nasional (DAMNAS) 2026, Rabu (1/7/2026). Pembukaan berlangsung di Aula Pangeran Antasari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Selatan dan menjadi awal rangkaian perkaderan yang dijadwalkan berlangsung hingga 5 Juli 2026.
Mengusung tema "Aktualisasi Kader Profetik guna Meneguhkan Aksi Emansipatoris dalam Masyarakat Madani", kegiatan ini menjadi ruang pembinaan kader tingkat madya untuk memperkuat kapasitas intelektual, ideologi, serta kepemimpinan dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Ketua Pelaksana DAMNAS 2026, Muhammad Idzhar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 19 peserta yang berasal dari berbagai daerah. Para peserta merupakan delegasi dari PC IMM Banjarbaru, PC IMM Banjarmasin, dan PC IMM Paser.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai cabang menunjukkan semangat kolaborasi kader IMM dalam memperkuat proses perkaderan di tingkat nasional. Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan analisis, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Umum PC IMM Kota Banjarbaru, Fazlur Rahman, menjelaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah gerak kader IMM setelah menyelesaikan proses perkaderan.
Ia menegaskan bahwa kader IMM harus mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, kader tidak cukup hanya memiliki kemampuan menyampaikan kritik, tetapi juga dituntut menghadirkan gagasan, inovasi, dan langkah nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
"Harapan kami, kader yang mengikuti DAMNAS mampu menjadi pribadi yang membawa perubahan positif. Mereka harus hadir dengan solusi, bukan hanya menjadi pengamat terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat," ujarnya.
Ketua DPD IMM Kalimantan Selatan, Fery Setiadi, menambahkan bahwa jenjang Darul Arqam Madya merupakan fase penting dalam proses pembentukan karakter intelektual kader IMM.
Ia menilai, peserta yang mengikuti DAMNAS telah melewati tahap perkaderan dasar sehingga memiliki tanggung jawab lebih besar dalam mengembangkan cara berpikir yang kritis, kontekstual, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
"Kader Madya harus mampu membaca realitas sosial secara utuh. Mereka tidak hanya memahami teks, tetapi juga mampu menghubungkan nilai-nilai Al-Qur'an dengan tantangan kehidupan masyarakat saat ini," katanya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Banjarbaru, Imam Santoso, S.KM., M.Kes., mengapresiasi pelaksanaan DAMNAS yang dipusatkan di Kota Banjarbaru. Menurutnya, kota ini telah lama menjadi tempat tumbuhnya kader-kader Muhammadiyah dari berbagai daerah.
Ia menyebut banyak mahasiswa yang menempuh pendidikan di Banjarbaru kemudian kembali ke daerah asal dengan membawa pengalaman organisasi dan semangat dakwah yang lebih kuat.
Karena itu, Imam berharap DAMNAS mampu memperkuat ideologi kader sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengimplementasikan nilai-nilai Muhammadiyah, baik di lingkungan masyarakat maupun dalam organisasi.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan juga datang dari Pemerintah Kota Banjarbaru. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarbaru, Hidayaturrahman, S.Sos., M.Si., mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum perkaderan sebagai bekal untuk menjadi pemimpin masa depan.
Ia berharap setiap materi yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, Pemerintah Kota Banjarbaru juga membuka ruang kolaborasi bersama organisasi kepemudaan, termasuk IMM, dalam mendukung pembangunan daerah.
"Kami berharap kader IMM terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Banjarbaru EMAS, yaitu Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera," ujarnya.
Melalui DAMNAS 2026, PC IMM Banjarbaru berharap lahir kader-kader profetik yang memiliki integritas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian mengambil peran nyata dalam menjawab tantangan zaman. Perkaderan ini juga diharapkan menjadi ruang lahirnya pemimpin muda Muhammadiyah yang mampu menggerakkan perubahan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.