Haedar Nashir: UMBJM Harus Menjadi Markas Intelektual dan Peradaban Islam
BANJARMASIN – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, mengajak Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) menjadikan momentum Milad ke-30 sebagai titik awal memperkuat peran kampus sebagai markas intelektual dan peradaban Islam. Menurutnya, perguruan tinggi Muhammadiyah tidak cukup hanya berfungsi sebagai tempat menyelenggarakan pendidikan tinggi, tetapi harus menjadi pusat lahirnya pemikiran, riset, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan umat, bangsa, serta kemanusiaan.
Pesan tersebut disampaikan Haedar Nashir dalam peringatan Milad ke-30 UMBJM yang dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan, sivitas akademika, alumni, serta tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.
Haedar menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar untuk membangun tradisi keilmuan yang kuat. Kampus harus menjadi ruang yang melahirkan gagasan-gagasan baru, memperkuat budaya membaca, menulis, meneliti, dan berdiskusi secara ilmiah. Dari tradisi akademik tersebut diharapkan lahir karya-karya yang tidak hanya memiliki kualitas ilmiah, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi merupakan pilar penting dalam membangun peradaban. Karena itu, setiap kampus Muhammadiyah perlu menjaga keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan modern dengan penguatan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, integritas, serta tanggung jawab moral sehingga lulusan yang dihasilkan mampu menjadi pemimpin yang berilmu sekaligus berakhlak.
Haedar juga mengingatkan bahwa dunia pendidikan tinggi tengah menghadapi perubahan yang sangat cepat. Transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan, serta persaingan global menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Namun, kemampuan beradaptasi tidak boleh menghilangkan identitas kampus sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan.
Ia berharap UMBJM mampu memperkuat ekosistem riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan dunia industri, serta menghasilkan inovasi yang memberikan dampak bagi pembangunan daerah maupun nasional. Dengan demikian, keberadaan UMBJM tidak hanya dikenal sebagai kampus yang mencetak lulusan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Memasuki usia ke-30 tahun, Haedar menilai UMBJM telah memiliki modal yang cukup untuk terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi dalam meningkatkan mutu akademik, tata kelola kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, dan pengabdian kepada masyarakat agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin turut menyampaikan apresiasi atas perjalanan tiga dekade UMBJM. Ia menilai Muhammadiyah telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan tinggi di Banua melalui berbagai amal usaha pendidikan yang terus berkembang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kata Muhidin, mendukung upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Milad ke-30 UMBJM menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang institusi tersebut sekaligus peneguhan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas. Dengan semangat Islam Berkemajuan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah, UMBJM diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai kampus yang melahirkan intelektual, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta membangun peradaban yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.