Ads Hostinger

Bencana

Bencana

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Kalsel, Empat Daerah Masuk Kategori Siaga

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Kalsel, Empat Daerah Masuk Kategori Siaga

BANJARMASIN – Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan menyampaikan informasi peringatan dini kekeringan meteorologis untuk wilayah Kalimantan Selatan pada Dasarian II Agustus 2026. Peringatan tersebut berlaku untuk periode 11–20 Agustus 2026 dan menunjukkan adanya sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kondisi kering.

Informasi tersebut ditampilkan melalui akun Instagram resmi Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, @Iklimkalsel. Dalam informasi tersebut, kondisi kekeringan meteorologis di Kalimantan Selatan terbagi dalam beberapa klasifikasi, yakni tidak ada peringatan, waspada, siaga, dan awas.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan berada dalam klasifikasi tidak ada peringatan kekeringan meteorologis. Artinya, kedua wilayah tersebut tidak masuk dalam daerah yang mendapatkan peringatan dini kekeringan untuk periode 11–20 Agustus 2026.

Sementara itu, sejumlah wilayah masuk dalam klasifikasi waspada. Wilayah tersebut meliputi Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, serta Kabupaten Tanah Bumbu.

Masyarakat di wilayah yang masuk kategori waspada diimbau mulai memperhatikan kondisi ketersediaan air dan melakukan langkah antisipasi, terutama apabila kondisi cuaca kering berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Adapun klasifikasi yang lebih tinggi, yakni siaga, tercatat terdapat di empat wilayah. Daerah tersebut adalah Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tapin.

Masuknya sejumlah daerah ke dalam kategori siaga menjadi perhatian karena kondisi kekeringan meteorologis dapat berdampak terhadap ketersediaan air apabila berlangsung secara berkelanjutan. Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko terhadap berbagai aktivitas masyarakat yang bergantung pada ketersediaan air.

Meski demikian, dalam informasi peringatan dini tersebut tidak terdapat wilayah di Kalimantan Selatan yang masuk dalam klasifikasi awas. Dengan demikian, belum ada daerah yang berada pada tingkat peringatan tertinggi untuk periode Dasarian II Agustus 2026.

Kondisi kekeringan meteorologis pada dasarnya berkaitan dengan rendahnya curah hujan dalam suatu periode dibandingkan kondisi normalnya. Oleh karena itu, masyarakat tetap perlu mencermati perkembangan cuaca dan informasi iklim, khususnya di wilayah yang telah masuk kategori waspada maupun siaga.

Masyarakat juga diharapkan dapat melakukan langkah sederhana untuk mengantisipasi potensi kekeringan, seperti menggunakan air secara bijak, menghindari pemborosan air, serta menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia. Upaya tersebut penting dilakukan untuk mengurangi dampak apabila kondisi kering berlangsung lebih lama.

Informasi peringatan dini kekeringan meteorologis ini merupakan bagian dari upaya penyebarluasan informasi iklim kepada masyarakat agar pemerintah daerah, sektor terkait, maupun warga dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal.

Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti pembaruan informasi mengenai kondisi iklim dan cuaca melalui kanal resmi. Informasi terkait perkembangan iklim Kalimantan Selatan dapat dipantau melalui akun Instagram @Iklimkalsel.

Dengan adanya informasi peringatan dini tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui kondisi wilayahnya, tetapi juga dapat mengambil langkah antisipasi sejak dini, terutama dalam menjaga ketersediaan air dan mengurangi risiko yang dapat muncul akibat kondisi kering selama periode Agustus 2026.

Apa reaksi Anda?
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan berita terbaru dan update langsung ke email Anda. Gratis!