Perebutan Kursi Rektor ULM 2026-2030 Kian Sengit, Tiga Kandidat Resmi Mendaftar, Siapa Paling Berpeluang?
BANJARMASIN – Pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026-2030 mulai menjadi perhatian luas di Kalimantan Selatan. Setelah tahapan pendaftaran bakal calon ditutup, panitia mengonfirmasi terdapat tiga akademisi yang resmi menyerahkan berkas pencalonan untuk memperebutkan kursi pimpinan perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Selatan tersebut.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor ULM, Prof. Ifrani, mengungkapkan tiga nama yang telah resmi mendaftar yakni Dr. dr. Iwan Aflanie, Prof. Ahmad, dan Prof. Muthia Elma.
"Ketiga akademisi tersebut telah menyerahkan berkas pencalonan sesuai jadwal yang ditetapkan panitia," ujar Prof. Ifrani.
Dr. dr. Iwan Aflanie menjadi kandidat pertama yang mendaftarkan diri setelah menyerahkan berkas pada 29 Mei 2026. Langkah Iwan cukup menyita perhatian karena saat ini ia menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik ULM dan dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan akademik maupun tata kelola perguruan tinggi.
Selanjutnya, Prof. Ahmad menyerahkan berkas pencalonan pada 3 Juni 2026. Kehadirannya dalam bursa calon rektor dinilai menambah dinamika persaingan karena merupakan salah satu akademisi senior yang memiliki rekam jejak kuat di lingkungan ULM.
Sementara itu, Prof. Muthia Elma menjadi pendaftar terakhir setelah menyerahkan berkas pada hari penutupan pendaftaran. Nama Muthia cukup dikenal di tingkat nasional maupun internasional berkat berbagai inovasi dan penelitian yang dilakukannya di bidang teknologi lingkungan dan membran. Kehadirannya membuat kontestasi pemilihan rektor semakin menarik untuk diikuti.
Masuknya tiga figur dengan latar belakang dan pengalaman berbeda tersebut membuat Pemilihan Rektor ULM 2026-2030 diprediksi berlangsung kompetitif. Masing-masing kandidat diyakini memiliki basis dukungan yang kuat di kalangan civitas akademika.
Pemilihan kali ini tidak hanya menentukan sosok pemimpin kampus selama empat tahun mendatang, tetapi juga menentukan arah pengembangan ULM dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi. Mulai dari peningkatan kualitas riset, internasionalisasi kampus, transformasi digital, penguatan inovasi, hingga peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional dan global.
ULM sendiri saat ini menjadi salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Pulau Kalimantan dengan puluhan ribu mahasiswa yang tersebar di berbagai fakultas dan program studi. Karena itu, siapa pun yang terpilih nantinya akan memegang peran strategis dalam menentukan masa depan pendidikan tinggi di Kalimantan Selatan.
Tahapan selanjutnya akan memasuki proses verifikasi administrasi, penyampaian visi dan misi, serta penjaringan oleh Senat Universitas. Dari proses tersebut nantinya akan ditentukan calon-calon yang berhak melaju ke tahap pemilihan akhir sesuai ketentuan yang berlaku.
Persaingan antara Dr. dr. Iwan Aflanie, Prof. Ahmad, dan Prof. Muthia Elma kini menjadi topik hangat di kalangan dosen, mahasiswa, alumni, hingga masyarakat Banua. Banyak pihak mulai menyoroti gagasan dan program yang akan ditawarkan masing-masing kandidat untuk membawa ULM semakin maju dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia.