DPD KNPI Kalsel Soroti Polemik Konten Pers Mahasiswa UI, Tegaskan Pancasila Harus Dipahami Secara Utuh
BANJARMASIN – Ramainya perbincangan publik terkait unggahan yang beredar dan dikaitkan dengan akun Pers Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) memunculkan berbagai respons dari sejumlah elemen masyarakat. Di media sosial, perdebatan berkembang terkait isu keberagaman, hak asasi manusia, inklusivitas, hingga pemaknaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menanggapi dinamika tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kalimantan Selatan menyampaikan pernyataan sikap agar seluruh pihak mengedepankan dialog yang sehat, saling menghormati, dan tetap menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan.
Ketua DPD KNPI Kalimantan Selatan, Andi Rustianto, menegaskan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan nilai yang tidak dapat dipisahkan antara satu sila dengan sila lainnya.
"Pancasila adalah fondasi kehidupan berbangsa. Pemaknaannya tidak boleh dilakukan secara parsial atau berdasarkan kepentingan tertentu. Seluruh sila harus dipahami secara utuh dan saling melengkapi, sehingga dapat menjadi pedoman dalam menjaga persatuan bangsa," ujarnya.
Menurut Andi, ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat harus tetap dijaga, termasuk di lingkungan kampus. Namun kebebasan tersebut juga perlu disertai tanggung jawab moral dan penghormatan terhadap nilai-nilai dasar bangsa Indonesia.
DPD KNPI Kalimantan Selatan juga menegaskan sikap sebagaimana pesan yang disampaikan melalui materi publikasi organisasi, bahwa Pancasila bukanlah nilai yang dapat dipilih dan diterapkan secara parsial, melainkan menjadi pedoman hidup yang utuh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Keagamaan DPD KNPI Kalimantan Selatan yang juga Wakil Mudir Muhammadiyah Boarding School (MBS) Martapura, Ahmad Tsaaqib, mengajak masyarakat untuk menyikapi polemik yang berkembang dengan kepala dingin dan mengedepankan pendekatan edukatif.
"Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun dialog harus dibangun dengan menjunjung etika, nilai keagamaan, dan semangat persatuan. Jangan sampai perdebatan di ruang publik justru menimbulkan polarisasi yang merugikan generasi muda," katanya.
Ia menambahkan bahwa sila pertama Pancasila memiliki posisi penting sebagai landasan moral bangsa yang menjadi sumber inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang berkeadaban.
"Kita perlu mengedepankan dakwah yang menyejukkan, literasi yang baik, dan ruang diskusi yang sehat agar generasi muda mampu memahami isu-isu kebangsaan secara utuh dan tidak terjebak pada narasi yang saling mempertentangkan," tambahnya.
DPD KNPI Kalimantan Selatan berharap polemik yang berkembang dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa, khususnya kalangan muda dan civitas akademika, untuk memperkuat semangat persatuan, toleransi, serta komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa.