Pemprov Kalsel Kebut Pembebasan Lahan Stadion Internasional Banjarbaru, Konstruksi Tunggu Tahapan Rampung
BANJARBARU – Rencana pembangunan stadion bertaraf internasional di Kota Banjarbaru terus berproses. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini masih memfokuskan pekerjaan pada tahap pembebasan lahan sebelum memasuki fase konstruksi fisik.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyampaikan bahwa pembangunan stadion yang menjadi salah satu proyek strategis daerah tersebut masih harus melalui sejumlah tahapan administrasi dan pertanahan. Proses diawali dengan kesediaan masyarakat menjual lahan, dilanjutkan pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga penilaian nilai ganti rugi oleh tim appraisal sebelum pembayaran dapat dilakukan.
Menurutnya, tahapan pembebasan lahan menjadi bagian penting yang harus dituntaskan agar proyek dapat berjalan sesuai ketentuan. Setelah seluruh proses administrasi dan pembayaran selesai, pembangunan fisik stadion baru dapat dimulai.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, stadion internasional tersebut direncanakan dibangun di kawasan Liang Anggang, Banjarbaru. Pemprov telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp65 miliar untuk proses pembebasan lahan yang melibatkan puluhan bidang tanah milik masyarakat. Pemerintah menargetkan status lahan bersih dan bebas persoalan atau clean and clear dapat tercapai pada Oktober 2026.
Proyek stadion ini diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp1 triliun yang akan dibiayai melalui skema tahun jamak atau multiyears. Alokasi anggaran direncanakan terbagi dalam tiga tahap, yakni sekitar Rp150 miliar pada 2026, Rp450 miliar pada 2027, dan Rp400 miliar pada 2028.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, stadion internasional Banjarbaru ditargetkan selesai pada 2028. Kehadiran stadion tersebut diharapkan menjadi ikon olahraga baru Kalimantan Selatan sekaligus mendukung penyelenggaraan berbagai ajang olahraga nasional maupun internasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.