Ads Hostinger

Muhammadiyah

Muhammadiyah

Prof. Dr. Ustadi Hamsah Resmi Pimpin Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Lanjutkan Kiprah Almarhum Prof. Hamim Ilyas

Prof. Dr. Ustadi Hamsah Resmi Pimpin Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Lanjutkan Kiprah Almarhum Prof. Hamim Ilyas

YOGYAKARTA -  Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Prof. Dr. Ustadi Hamsah, S.Ag., M.Ag. sebagai Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Ia menggantikan almarhum Prof. Dr. Hamim Ilyas yang sebelumnya memimpin salah satu majelis strategis di lingkungan Persyarikatan. Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid dalam mengembangkan ijtihad, fatwa, serta pemikiran keislaman Muhammadiyah. 

Sebelum dipercaya menjadi ketua, Prof. Ustadi telah lama mengabdikan diri di Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Pada periode 2022 sampai 2027, ia menjabat sebagai Ketua Bidang Kajian Al-Qur'an dan Hadis. Pengalamannya dalam bidang tarjih, kajian keislaman, dan akademik menjadi bekal penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan majelis tersebut. 

Prof. Ustadi merupakan Guru Besar di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia mengajar pada Program Studi Studi Agama-Agama dengan konsentrasi keilmuan yang meliputi studi Islam, hubungan antaragama, resolusi konflik, hingga kajian Al-Qur'an dalam konteks masyarakat majemuk. 

Karier akademiknya dibangun sepenuhnya di UIN Sunan Kalijaga. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada bidang Perbandingan Agama, kemudian meraih gelar magister pada bidang Hubungan Antaragama, dan menyelesaikan doktor dalam Studi Islam. Selain aktif mengajar, Prof. Ustadi juga menghasilkan banyak publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi serta menulis sejumlah buku mengenai studi agama, teologi, dan pemikiran Islam. 

Dalam dunia akademik internasional, Prof. Ustadi juga tercatat sebagai anggota American Academy of Religion (AAR) dan International Association for the History of Religion (IAHR). Keaktifannya di berbagai forum ilmiah menunjukkan keterlibatan dalam pengembangan studi agama di tingkat global. 

Pandangan keislaman Prof. Ustadi dikenal selaras dengan karakter Islam Berkemajuan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah. Ia mendorong pendekatan keislaman yang memadukan kesetiaan terhadap Al-Qur'an dan Sunah dengan penggunaan akal, metodologi ilmiah, serta pembacaan terhadap realitas sosial. Baginya, ajaran Islam harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan pijakan normatif. 

Melalui berbagai tulisan dan forum ilmiah, Prof. Ustadi juga menekankan pentingnya dialog antarumat beragama, penguatan toleransi, serta pengembangan studi agama yang tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi memberi kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan kemanusiaan. Ia banyak mengembangkan pendekatan studi agama terapan, resolusi konflik, dan penguatan moderasi beragama sebagai bagian dari misi Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam. 

Dalam karya-karyanya, Prof. Ustadi juga mengangkat gagasan tentang "Berislam Secara Rasional". Menurutnya, pemahaman agama perlu dibangun melalui perpaduan antara nalar, wahyu, dan konteks kehidupan sehingga umat Islam mampu menghadirkan solusi atas persoalan kontemporer, mulai dari lingkungan, relasi sosial, hingga kehidupan kebangsaan. 

Penunjukan Prof. Ustadi Hamsah diharapkan memperkuat peran Majelis Tarjih dan Tajdid sebagai pusat pengembangan pemikiran Islam Muhammadiyah. Di bawah kepemimpinannya, majelis tersebut diharapkan terus melahirkan fatwa, panduan keagamaan, dan hasil ijtihad yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika kehidupan masyarakat, sekaligus melanjutkan warisan intelektual yang telah dibangun oleh almarhum Prof. Hamim Ilyas. 

Apa reaksi Anda?
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan berita terbaru dan update langsung ke email Anda. Gratis!