Ads Hostinger

Muhammadiyah

Muhammadiyah

Hilman Latief Tekankan Pentingnya Regenerasi dan Strategi Jangka Panjang Dakwah Muhammadiyah

Hilman Latief Tekankan Pentingnya Regenerasi dan Strategi Jangka Panjang Dakwah Muhammadiyah

JAKARTA – Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, mengingatkan bahwa keberhasilan dakwah tidak cukup diukur dari banyaknya dai yang diterjunkan ke masyarakat. Menurutnya, Muhammadiyah perlu membangun strategi dakwah yang berorientasi pada keberlanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi. 

Pesan tersebut disampaikan Hilman saat menjadi pembicara dalam peluncuran buku "Bergerak untuk Mencerahkan" karya Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, di Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh elemen Persyarikatan untuk memperkuat fondasi dakwah melalui sistem yang mampu terus berkembang, tidak bergantung pada figur tertentu. 

Hilman mengisahkan pengalamannya ketika melakukan penelitian di Pulau Nias. Dari perjalanan tersebut, ia menemukan banyak jejak dakwah Muhammadiyah yang telah bertahan selama puluhan tahun. Berbagai sekolah, masjid, panti asuhan, dan amal usaha yang berdiri sejak dekade 1970-an hingga 1980-an menjadi bukti bahwa dakwah Muhammadiyah memiliki akar sejarah yang kuat di berbagai pelosok Indonesia. 

Meski demikian, ia menilai tantangan yang dihadapi saat ini jauh lebih kompleks. Dakwah harus mampu membangun institusi yang kuat, melahirkan kader baru, serta menghadirkan program yang terus berjalan meskipun terjadi pergantian generasi. Karena itu, para dai tidak hanya memerlukan kemampuan menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga harus dibekali dengan perencanaan, strategi, dan kemampuan mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. 

Selain aspek kelembagaan, Hilman juga menyoroti pentingnya memperluas partisipasi perempuan dalam gerakan dakwah komunitas. Menurutnya, Muhammadiyah perlu merancang langkah yang lebih sistematis agar dai perempuan memperoleh ruang yang lebih besar dalam melayani berbagai kelompok masyarakat. Dengan keterlibatan yang semakin luas, dakwah diharapkan mampu menjangkau lebih banyak kalangan secara inklusif dan mencerahkan. 

Ia juga mendorong organisasi otonom Muhammadiyah untuk mengambil peran lebih aktif dalam proses regenerasi. Organisasi seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dinilai memiliki potensi besar dalam menumbuhkan kader dakwah di kalangan generasi muda. Melalui pendekatan yang relevan dengan kehidupan anak muda, proses kaderisasi diharapkan berjalan lebih efektif dan mampu menjawab tantangan zaman. 

Hilman berharap dakwah Muhammadiyah ke depan tidak hanya mempertahankan warisan perjuangan para pendahulu, tetapi juga terus bertransformasi melalui inovasi, regenerasi, dan penguatan kelembagaan. Dengan demikian, misi dakwah Persyarikatan akan tetap hidup, berkembang, serta memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. 

Apa reaksi Anda?
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan berita terbaru dan update langsung ke email Anda. Gratis!