Nelayan Tabanio Bantah Klaim Penyaluran Solar Subsidi Berjalan Normal
TANAH LAUT – Sejumlah nelayan di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut membantah pernyataan yang menyebut penyaluran solar subsidi bagi nelayan berjalan normal dan sesuai ketentuan.
Bantahan tersebut disampaikan setelah investigasi lapangan yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Tuntung Pandang yang terdiri dari HMI, BEM dan DPM Politala bersama nelayan di Desa Tabanio pada Sabtu (06/06/2026).
Perwakilan nelayan Tabanio, Muhammad Ridho, mengatakan kondisi di lapangan masih jauh dari ideal sebagaimana yang disampaikan dalam sejumlah pemberitaan.
Menurutnya, banyak nelayan yang tidak memegang barcode secara langsung, padahal barcode merupakan salah satu syarat dalam penyaluran BBM subsidi.
"Faktanya masih banyak nelayan yang tidak memegang barcode sendiri. Selain itu, nelayan juga harus lebih dulu menyerahkan uang, baru kemudian menunggu solar datang pada periode berikutnya," ujar Ridho.
Ia juga menyebut sejumlah nelayan mengeluhkan volume solar yang diterima tidak selalu sesuai dengan rekomendasi yang telah diterbitkan.
Karena itu, Ridho berharap seluruh pihak tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa persoalan distribusi solar subsidi di wilayah pesisir sudah berjalan normal.
"Kami yang setiap hari melaut dan menerima solar subsidi tentu lebih mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan. Karena itu kami berharap ada pemeriksaan dan audit yang terbuka agar semuanya menjadi jelas," katanya.
Sementara itu, perwakilan Aliansi Mahasiswa Tuntung Pandang sekaligus Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Tanah Laut, Makmur Batara Bakti, menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kepastian dan penyelesaian yang berpihak kepada nelayan.
"Hasil investigasi yang kami lakukan menunjukkan masih ada sejumlah persoalan yang perlu ditindaklanjuti. Karena itu kami mendorong agar proses audit dan pemeriksaan dilakukan secara transparan sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di masyarakat," tegas Makmur.
Mahasiswa dan nelayan berharap pihak terkait dapat segera menindaklanjuti berbagai temuan di lapangan agar penyaluran solar subsidi benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan hak nelayan kecil.*