Kemendikdasmen Rampungkan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumatra Barat, Anggaran Capai Rp306 Miliar
Sumbar - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil merampungkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 di Provinsi Sumatra Barat. Sebanyak 349 satuan pendidikan telah direvitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp306 miliar.
Adapun rincian satuan pendidikan yang direvitalisasi meliputi 31 PAUD, 135 SD, 93 SMP, 43 SMA, 16 SMK, 21 SLB, dan 10 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan secara merata.
Peresmian Unit Sekolah Baru (USB) dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di TK Aisyah Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (17/4). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa program revitalisasi merupakan langkah strategis untuk mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul.
“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Abdul Mu’ti.
Selain pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga memperkuat transformasi pendidikan melalui digitalisasi. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 7.047 Interactive Flat Panel (IFP) telah didistribusikan ke berbagai satuan pendidikan di Sumatra Barat. Distribusi tersebut mencakup 1.110 PAUD, 4.236 SD, 867 SMP, 350 SMA, 164 SMK, 187 SLB, dan 133 SKB.
Menurut Abdul Mu’ti, pemerataan fasilitas ini penting agar seluruh satuan pendidikan memiliki kesempatan yang sama dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
“Kami ingin memastikan setiap satuan pendidikan di Sumatra Barat memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan layanan pendidikan yang baik, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen juga menyoroti pentingnya program Wajib Belajar 13 Tahun, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Sebagai bentuk dukungan, mulai tahun 2026 pemerintah akan memperluas Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang taman kanak-kanak. Program ini akan menjangkau lebih dari 880 ribu murid dengan bantuan sebesar Rp450 ribu per anak per tahun.
“Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama yang menentukan keberhasilan pendidikan di jenjang berikutnya, sekaligus menjadi langkah awal pembentukan karakter anak,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, menyampaikan apresiasi atas program revitalisasi yang dinilai sangat membantu peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya.
“Kami sangat berterima kasih. Program ini menjadi wujud nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas. Ini juga meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal,” ungkap Safni.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga sekolah, untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Safni berharap kehadiran unit sekolah baru dan hasil revitalisasi ini menjadi pemicu semangat baru dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Lima Puluh Kota.
“Kami berharap pendidikan di daerah kami mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing global,” tambahnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti turut meresmikan 33 sekolah, yang terdiri dari 13 satuan pendidikan di Kota Bukittinggi, 8 di Kota Payakumbuh, dan 12 di Kabupaten Lima Puluh Kota. Sekolah yang diresmikan mencakup 2 PAUD, 18 SD, 4 SMP, 6 SMA, dan 3 SLB. (kemendikdasmen.go.id)