Mahasiswa Kecewa, Tak Satu Pun Anggota DPRD Tala Temui Massa Aksi
Pelaihari -Aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa di depan kantor DPRD Tanah Laut (Tala) diwarnai kekecewaan. Massa aksi menilai wakil rakyat tidak menunjukkan itikad baik karena tidak ada satu pun anggota dewan yang hadir menemui demonstran untuk mendengarkan tuntutan mereka secara langsung. (18/05/26)
Massa aksi yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tala, serta perwakilan nelayan datang untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan penyelewengan solar subsidi bagi nelayan di Kecamatan Takisung. Namun setibanya di lokasi, mereka hanya diterima oleh Sekretaris DPRD Tala, Gentry Yulianto, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala, M. Kusri.
Demonstrasi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan persoalan daerah dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat. Namun harapan untuk berdialog langsung dengan anggota DPRD Tala tidak terpenuhi.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa mahasiswa datang untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, bukan mencari keributan. Karena itu mereka menganggap absennya anggota DPRD sebagai bentuk ketidakseriusan dalam menerima kritik dan masukan dari publik.
Menurut massa aksi, lembaga legislatif seharusnya menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Kehadiran anggota dewan dinilai penting agar tuntutan yang disampaikan tidak hanya berhenti di jalanan, tetapi benar-benar diteruskan menjadi pembahasan resmi.
Kekecewaan mahasiswa semakin terlihat ketika mereka harus menunggu cukup lama di depan gedung DPRD tanpa kepastian siapa yang akan menerima aspirasi tersebut. Beberapa peserta aksi bahkan menyuarakan kritik melalui pengeras suara dan meminta para wakil rakyat tidak menghindar dari masyarakat yang mereka wakili.
Situasi sempat memanas ketika mahasiswa mencoba mendekati area gedung dewan. Aksi dorong dengan aparat keamanan tidak dapat dihindari, meski kondisi kembali terkendali setelah massa diminta tetap tenang. Aparat kepolisian terus melakukan pengamanan agar demonstrasi berlangsung kondusif.
Mahasiswa menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi daerah dan bagian dari kontrol sosial terhadap pemerintah maupun legislatif. Mereka berharap DPRD Tala dapat lebih terbuka dan bersedia berdialog secara langsung pada aksi berikutnya.
Di akhir aksi, massa menyampaikan bahwa mereka akan terus mengawal berbagai tuntutan yang telah disuarakan. Mereka juga membuka kemungkinan menggelar demonstrasi lanjutan apabila aspirasi yang dibawa tidak mendapatkan tanggapan serius dari pihak DPRD.