Idul Adha Diharapkan Perkuat Solidaritas dan Persatuan Umat
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia atau Majelis Ulama Indonesia mengajak umat Islam menjadikan momentum Idul Adha 1447 Hijriah sebagai sarana memperkuat persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan usai pelaksanaan sidang isbat penetapan awal Zulhijah di Jakarta.
Menurut Amirsyah, perayaan Idul Adha tahun ini memiliki makna penting karena diperkirakan dilaksanakan secara serentak oleh umat Islam di Indonesia. Kesamaan waktu perayaan tersebut dinilai dapat mempererat ukhuwah serta memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.
Ia menyampaikan bahwa Idul Adha bukan hanya sebatas ritual keagamaan tahunan, melainkan juga menjadi pengingat pentingnya nilai solidaritas, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok kurang mampu.
Amirsyah menjelaskan bahwa pembagian daging kurban menjadi simbol nyata semangat gotong royong dan rasa kemanusiaan. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian masyarakat, kehadiran daging kurban dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Ia juga menekankan bahwa makna kurban tidak hanya terletak pada penyembelihan hewan, tetapi juga pada upaya mengendalikan sifat serakah, egois, dan mementingkan diri sendiri. Menurutnya, Idul Adha harus menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan antarsesama sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, MUI mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat tolong-menolong dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan sosial bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Momentum Idul Adha juga diharapkan dapat memperkuat persatuan umat Islam, baik di Indonesia maupun di tingkat global. MUI menilai kebersamaan dalam pelaksanaan hari raya menjadi contoh bahwa perbedaan yang ada dapat disatukan melalui semangat persaudaraan dan kepedulian sosial.
MUI turut mengajak masyarakat untuk mendoakan jamaah haji Indonesia agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur. Semangat pengorbanan dan keikhlasan dalam Idul Adha diharapkan mampu membawa dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat Indonesia.