Pendidikan

Pendidikan

TKA 2026 Siap Dilaksanakan, Pemerintah Tekankan Integritas dan Teknologi

TKA 2026 Siap Dilaksanakan, Pemerintah Tekankan Integritas dan Teknologi

Jakarta - Pemerintah memastikan pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2026 siap digelar seiring dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) penuh pada semester baru. Kesiapan tersebut mencakup aspek teknis, infrastruktur, hingga pendekatan pelaksanaan yang lebih humanis bagi peserta didik.


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa seluruh persiapan TKA telah melalui serangkaian uji coba, baik dari sisi jaringan internet maupun ketersediaan perangkat pendukung.

“Secara keseluruhan sudah sangat siap, tinggal menunggu pelaksanaan. Uji coba sudah dilakukan, termasuk kesiapan internet dan sarana komputer,” ujar Abdul Mu’ti dalam acara halalbihalal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senin (30/3/2026).


TKA 2026 akan dilaksanakan berbasis komputer dan diperuntukkan bagi siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) serta kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai, pemerintah telah menyiapkan skema berbagi sumber daya dengan memanfaatkan sarana dari sekolah lain.

“Sekolah yang belum memiliki perangkat akan difasilitasi melalui kerja sama dengan sekolah lain,” jelasnya.


Lebih dari sekadar evaluasi akademik, TKA dirancang tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Penilaian difokuskan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, sementara aspek lain tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan.

Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada aspek integritas dalam pelaksanaan TKA. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap praktik kecurangan, baik yang dilakukan oleh peserta maupun pihak sekolah.

“Kalau ada kecurangan, nilainya langsung dinolkan. Kita ingin membangun kejujuran sebagai karakter utama,” tegasnya.


Selain itu, pendekatan psikologis turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TKA. Pemerintah mengusung konsep ujian yang “jujur dan gembira” guna mengurangi tekanan berlebih pada siswa.

“Tidak perlu takut. Siapkan dengan baik, sehingga bisa mengerjakan dengan tenang dan optimal,” tambahnya.


Untuk menjamin pelaksanaan berjalan objektif dan kredibel, pemerintah juga telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) di setiap sekolah penyelenggara. SOP tersebut mencakup mekanisme pengawasan, pemeriksaan, hingga penegakan sanksi.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah optimistis TKA 2026 dapat berjalan lancar serta menjadi instrumen evaluasi yang mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran nasional. (infopublik.com)

Apa reaksi Anda?
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan berita terbaru dan update langsung ke email Anda. Gratis!