Banjir Gorontalo Utara Ancam Kesehatan Anak, 238 Balita Dijaga Ketat Tim Medis Saat Hari Libur
Tim medis di Kabupaten Gorontalo Utara tetap siaga melakukan pelayanan kesehatan meski hari libur berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk mengawal kondisi kesehatan 238 balita yang terdampak banjir di Kecamatan Biau, Gorontalo Utara.
Puluhan tenaga kesehatan dari puskesmas dan dinas kesehatan diterjunkan langsung ke wilayah terdampak banjir. Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, pemantauan kondisi balita, hingga pemberian vitamin dan edukasi kesehatan kepada para orang tua.
Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Biau membuat ratusan warga terdampak, termasuk balita yang menjadi kelompok paling rentan mengalami gangguan kesehatan. Kondisi lingkungan yang lembap serta genangan air meningkatkan risiko munculnya penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut, penyakit kulit, dan demam.
Meski memasuki masa libur, pelayanan kesehatan tetap berjalan penuh. Tim medis dibagi menjadi beberapa kelompok agar pemantauan kesehatan bisa dilakukan secara bergantian selama 24 jam. Pemerintah daerah menilai langkah cepat tersebut penting untuk mencegah munculnya kasus kesehatan serius pada anak-anak.
Petugas kesehatan secara aktif mendatangi lokasi pengungsian dan rumah warga yang masih terdampak banjir. Mereka memeriksa suhu tubuh balita, memastikan kebutuhan gizi terpenuhi, serta memberikan obat-obatan ringan apabila ditemukan gejala penyakit.
Selain pemeriksaan langsung, tenaga kesehatan juga melakukan pendataan kondisi setiap balita. Data tersebut digunakan untuk mengetahui perkembangan kesehatan anak-anak dan menentukan langkah penanganan lanjutan apabila diperlukan.
Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara menyebut kesiapsiagaan tenaga kesehatan menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat banjir. Menurutnya, kelompok rentan seperti balita harus mendapatkan perhatian khusus karena daya tahan tubuh mereka lebih mudah menurun saat berada di lingkungan terdampak bencana.
Pemerintah daerah juga menyiapkan tambahan obat-obatan, makanan tambahan, dan perlengkapan kesehatan di sejumlah titik pengungsian. Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh balita terdampak mendapatkan kebutuhan dasar mereka.
Para orang tua mengaku terbantu dengan kehadiran tim medis yang terus melakukan pemantauan. Mereka merasa lebih tenang karena kondisi kesehatan anak-anak dapat diperiksa secara rutin di tengah situasi banjir yang masih terjadi.
Selain layanan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan air dan makanan selama banjir berlangsung. Masyarakat diminta segera melapor apabila ada balita yang mengalami demam tinggi, muntah, diare, atau gangguan pernapasan agar bisa segera ditangani.
Relawan kemanusiaan turut membantu penyaluran bantuan kesehatan seperti vitamin, susu bayi, popok, dan perlengkapan kebersihan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu warga yang masih bertahan di lokasi terdampak banjir.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara memastikan pelayanan kesehatan akan terus berjalan hingga kondisi banjir benar-benar aman. Fokus utama saat ini adalah menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah munculnya wabah penyakit pascabanjir, terutama pada balita dan kelompok rentan lainnya.
Kesiapsiagaan tim medis yang tetap bekerja di tengah hari libur mendapat apresiasi dari masyarakat. Langkah tersebut dinilai menjadi bentuk komitmen pemerintah dan tenaga kesehatan dalam melindungi warga terdampak bencana, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian ekstra selama masa darurat banjir.