Opini Pembaca

Opini Pembaca

Satu Abad Muhammadiyah Banjar. Antara Mimpi Besar dan Realitas yang Belum Tuntas

Satu Abad Muhammadiyah Banjar. Antara Mimpi Besar dan Realitas yang Belum Tuntas

Muhammadiyah Kabupaten Banjar menapaki jalannya yang sedang menuju 1 abad ketika nanti diperingati pada tahun 2027. Perjalanan Muhammadiyah bukan hanya dipahami secara historis-realistik tapi juga menarik sebagai perjalanan dari mimpi besar Muhammadiyah. Para pejuang generasi awal Muhammadiyah di Kabupaten Banjar tentu memiliki harapan yang ideal tentang bagaimana persyarikatan ini dimasa depan. Harapan itu terus berlanjut seiring pergantian generasi dan pimpinan dengan menghasilkan berbagai gerakan melalui terwujudnya amal usaha dan kaderisasi.

Walaupun berkaca pada kegiatan Syawalan Angkatan Muda Muhammadiyah yang disampaikan oleh ayahanda Hasbi Rivani, SKM tentang progresifitas Muhammadiyah di Kab. Banjar yang terkesan lambat dengan dibuktikan dengan progresifitas jumlah amal usaha yang didirikan. Namun cahaya optimis itu tetap bersinar jika kembali bagaimana melihat kader-kader yang sudah disiapkan dengan bertahun-tahun untuk mengisi ruang yang kosong ataupun membuat gebrakan yang baru.


Kader memang merupakan jantung dari persyarikatan Muhammadiyah apalagi terkhusus jika di Kabupaten Banjar, karena seluruh amal usaha dan gerakan Muhammadiyah memang selalu diwarnai oleh peran kader dari berbagai sektor seperti keagamaan, pendidikan, kaderisasi, amal sosial, dan politik. Kenyataan yang sedang dihadapi oleh Muhammadiyah di Kabupaten Banjar memang tidak semanis sebagaimana gambaran Muhammadiyah dalam skala nasional (pusat).

Karena tidak mungkin pula dalam suatu perjalanan tanpa ada hambatan atau rintangan didalamnya sehingga wajar bagi pimpinan maupun kader untuk menyelesaikan berbagai persoalan Muhammadiyah tersebut. Akar pergerakan Muhammadiyah melalui ranting dan masjid sebagai pusat kaderisasi dan tumbuhnya dakwah Muhammadiyah justru menjadi tantangan yang dihadapi oleh Muhammadiyah Banjar saat ini. Gambaran seperti sedang dalam upaya merintis selalu menjadi warna sampai saat ini untuk senantiasa menjaga dan menghidupi akar ranting Muhammadiyah dibeberapa desa. Sebagai sebuah fakta yang harus diterima bahwa tidak sedikit ranting-ranting Muhammadiyah hidup hanya dalam setengah nafasnya sedangkan tuntutan untuk terus berkembang dan daya saing eksternal semakin terpampang.


Selain itu, masjid-masjid yang kita miliki semakin sulit untuk menjadi pusat kaderisasi anak-anak Muhammadiyah apalagi minat untuk beribadah dan beraktivitas di masjid semakin menurun bagi kalangan muda. Sebagaimana disampaikan oleh ketua Pemuda Muhammadiyah Kab Banjar yang prihatin bahwa angkatan muda Muhammadiyah saat ini justru mulai apatis terhadap masjid-masjidnya sehingga wajar jika ada pergerakan lain yang memasuki dan mengambil alih masjid-masjid tersebut. Angkatan muda Muhammadiyah lebih suka menghabiskan pertemuan dan kegiatannya melalui tempat seperti coffee shop atau cafe karena cenderung lebih nyaman dan santai.

Perlu juga menyoroti para pengurus masjid yang seharusnya beradaptasi dan cenderung merangkul angkatan muda Muhammadiyah sehingga masjid tidak lagi digambarkan sebagai tempat yang eksklusif, penuh aturan yang ribet, tidak nyaman untuk beraktivitas dan beristirahat. Kadang masjid juga terlalu berlebihan dipahami sebagai tempat yang sakral sehingga aktivitas didalam hanya boleh dilakukan ibadah mahdah semata dan kegiatan lainnya walaupun juga kebaikan malah justru dilarang.


Mengapa masjid saat ini dipahami sebagai pusat para orang tua dan lansia, karena program dan kegiatan yang tidak relevan dengan kondisi anak muda apalagi jika pengajian yang tematik berlompat-lompat sehingga tidak sistematis (karena tidak ada kurikulum) dan cenderung tidak memiliki pengaruh langsung dalam kehidupan nyata. Hal ini sangat penting jika kita ingin masjid-masjid Muhammadiyah diminati oleh anak muda maka perlu memperbaiki program dan kegiatan rutinan seperti pengajian rutin di masjid. Selain kurikulum perlu juga masjid memperhatikan para dai yang mampu relate dengan alam pikiran anak muda sehingga jangan sampai justru pemahaman keagamaan yang disampaikan oleh para dai menunjukkan sisi sebaliknya dengan pandangan yang jumud, kaku dan eksklusif, serta dikotomi hitam-putih. Model pemahaman keagamaan seperti itu yang justru menghasilkan kualitas beragama yang sektarian dan tidak mampu adaptif terhadap tantangan zaman, potret seperti itu justru yang tidak disenangi oleh kalangan muda.


Maka dari itu, perlu kiranya pimpinan dan para kader untuk mulai memikirkan dan menyiapkan agar Muhammadiyah di Kabupaten Banjar dapat terus fleksibel dan bisa dinamis untuk memberikan pencerahan dan manfaat bagi masyarakat luas. Sebagai kader bukan justru mempertontonkan sikap fanatisme dan anti-kritik, tapi justru terbuka lebar untuk menatap masa depan demi kebaikan bersama. Namun bukan berarti seorang kader menjadi latah dan mudah meninggalkan Muhammadiyah hanya karena melihat sisi luar mungkin terlihat menarik atau sebatas mengikuti tren beragama walaupun tidak mengerti sepenuhnya tentang keberagamaan dengan berbagai keragaman pandangan dan ideologi yang melatarbelakanginya.

Menuju satu abad harus lebih berfokus untuk melahirkan kader yang organik sehingga alam kesadaran, intelektual, dan spritual menuntun dia membawa gebrakan dan kemajuan bagi Islam dan Muhammadiyah. Bukan kader kosmetik yang sukanya terlihat mewah dan loyal dari segi luarnya saja tapi selain dari itu hanyalah palsu, atau kader komersial yang hanya mencari untung dan kepentingan dirinya sendiri sehingga rela mengorbankan Muhammadiyah dan masyarakat luas.

Pada hakikatnya mereka-mereka yang membuat mimpi besar pimpinan dan generasi awal Muhammadiyah menjadi terkubur tidak pernah pantas untuk disebut sebagai kader. Perlu kita kembali becermin apakah sudah pantas diri kita sebagai kader yang sesungguhnya sebagaimana harapan dan mimpi bagi generasi awal, sebagai kader yang siap menyambut amanah dari ayahanda dan ibunda kita.

(Ahmad Tsaaqib - Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kab.Banjar)

Apa reaksi Anda?
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan berita terbaru dan update langsung ke email Anda. Gratis!