JAKARTA — Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berpotensi dirayakan secara bersamaan oleh berbagai kelompok umat Islam di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama yang melihat adanya kemungkinan kesamaan penetapan 1 Syawal tahun ini.
Salah satu anggota BHR menjelaskan bahwa posisi hilal pada akhir Ramadan 1447 H memang sudah mulai mendekati kriteria yang digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah. Namun secara astronomis, kondisi tersebut masih perlu dianalisis lebih lanjut karena belum sepenuhnya memenuhi syarat yang ditetapkan.
Dalam kriteria yang digunakan negara-negara anggota forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), awal bulan Hijriah ditetapkan apabila tinggi hilal minimal mencapai 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari mencapai 6,4 derajat.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan awal, ketinggian hilal di sejumlah wilayah Indonesia memang sudah mendekati angka 3 derajat. Akan tetapi nilai elongasinya masih berada di bawah batas yang ditentukan. Di beberapa daerah, elongasi tercatat sekitar 5 derajat sehingga belum memenuhi kriteria yang disepakati.
Karena kondisi tersebut, penetapan resmi awal Syawal 1447 Hijriah masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar oleh pemerintah. Dalam sidang tersebut, data hisab atau perhitungan astronomi akan dikombinasikan dengan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia sebelum pemerintah mengumumkan keputusan final.
Di sisi lain, sejumlah organisasi Islam telah memiliki metode penentuan sendiri terkait awal bulan Hijriah. Beberapa di antaranya menggunakan perhitungan hisab dengan parameter kalender global, sementara pemerintah menggabungkan metode hisab dan rukyat dalam proses penetapannya.
kan secara bersamaan tetap terbuka. Namun kepastian tanggal Hari Raya Idulfitri tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat.
Jika hilal tidak memenuhi kriteria yang telah disepakati, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari dan Idulfitri kemungkinan jatuh pada 21 Maret 2026. Sebaliknya, jika kriteria terpenuhi, maka Lebaran dapat dirayakan lebih awal.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi setelah sidang isbat digelar, sekaligus menjaga sikap saling menghormati jika terjadi perbedaan penetapan di tengah umat Islam.