Martapura – SMA Muhammadiyah Martapura menyelenggarakan kegiatan Daurah Ramadhan 1447 H dengan mengangkat tema “Mencetak Generasi Muttaqin di Bulan Suci.” Kegiatan ini berlangsung pada 10–11 Maret 2026 dan diikuti oleh seluruh siswa dengan berbagai rangkaian kegiatan yang memadukan penguatan spiritual, pemahaman fiqih, serta pengembangan diri.
Kegiatan diawali dengan shalat berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama, sebagai bentuk pembiasaan ibadah di bulan suci Ramadhan. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terasa sejak awal kegiatan, yang menjadi pembuka rangkaian daurah.
Pada sesi pembukaan, Kepala SMA Muhammadiyah Martapura, M. Fikri, S.Pd., menyampaikan bahwa Daurah Ramadhan tidak hanya bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan siswa, tetapi juga membekali mereka dengan wawasan sosial dan kemampuan mengenal diri.
Ia menegaskan bahwa para siswa diharapkan tidak hanya memahami ilmu agama secara teori, tetapi juga mampu menata masa depan dengan lebih baik.
“Dalam Daurah Ramadhan kali ini, siswa tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga ilmu sosial yang dapat digunakan untuk menata masa depan. Harapannya mereka dapat mengenal diri dengan baik serta sudah memiliki gambaran tujuan setelah lulus nanti,” ujarnya.
Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan materi Fiqih Puasa yang disampaikan oleh M. Fikri, S.Pd., serta materi Fiqih Shalat oleh Ustadz Atqon Zhillan Al Hasib, S.Ag. Kedua pemateri menjelaskan secara rinci mengenai rukun, syarat wajib, serta tata cara pelaksanaan ibadah puasa dan shalat. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga siswa dapat memahami dengan lebih mendalam praktik ibadah sehari-hari.
Memasuki hari kedua, kegiatan dibagi berdasarkan jenjang kelas. Untuk kelas X dan XI, siswa mendapatkan materi Fiqih Perawatan Jenazah yang dilengkapi dengan praktik langsung. Para siswa mempelajari tahapan mulai dari memandikan jenazah, mengkafani, hingga menyolatkan, sehingga mereka memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif terhadap salah satu kewajiban fardhu kifayah dalam Islam.
Sementara itu, kelas XII difokuskan pada materi pengembangan potensi diri sebagai bekal menjelang kelulusan. Melalui pendekatan design thinking, para siswa diajak untuk mengenal potensi diri, merumuskan tujuan hidup, serta memikirkan langkah yang akan diambil setelah lulus dari sekolah. Diskusi dan praktik langsung membuat suasana kelas berlangsung aktif dan penuh antusiasme.
Untuk menambah daya tarik kegiatan, Ketua Pelaksana, Gazali Rahman, merancang konsep interaktif melalui sistem Quest atau misi yang harus diselesaikan oleh siswa selama kegiatan berlangsung. Misi tersebut diakses melalui aplikasi web sederhana yang menampilkan poin keaktifan, kehadiran, serta berbagai tugas yang harus diselesaikan oleh siswa.
Melalui sistem tersebut, setiap siswa didorong untuk lebih aktif mengikuti kegiatan. Setelah sesi materi selesai, siswa akan menjalankan misi yang telah ditentukan, dan di akhir kegiatan peserta dengan poin tertinggi akan dinobatkan sebagai peserta terbaik Daurah Ramadhan.
Kegiatan Daurah Ramadhan ini akan ditutup dengan buka puasa bersama yang menjadi puncak acara pada hari terakhir. Pada kesempatan tersebut, para peserta juga akan mendapatkan tausiyah dari Ustadz Awad Ahmad Seff, yang diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual bagi para siswa dalam menjalani bulan suci Ramadhan.
Melalui kegiatan ini, SMA Muhammadiyah Martapura berharap dapat menanamkan nilai-nilai keislaman yang kuat sekaligus membentuk generasi muda yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki karakter muttaqin serta mampu menatap masa depan dengan lebih terarah.