Ads Hostinger

Muhammadiyah

Muhammadiyah

PDM Banjar Gelar Pengajian Ramadan 1447 H, Perkuat Silaturahmi dan Spirit Islam Berkemajuan

PDM Banjar Gelar Pengajian Ramadan 1447 H, Perkuat Silaturahmi dan Spirit Islam Berkemajuan

Martapura – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Pengajian Ramadan 1447 Hijriah pada Sabtu, 15 Maret 2026 di Kantor PDM Banjar. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah Muhammadiyah, unsur pembantu pimpinan mulai dari berbagai majelis dan lembaga, organisasi otonom tingkat daerah, serta para tokoh Muhammadiyah lintas generasi di Kabupaten Banjar.


Pengajian ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar unsur Persyarikatan sekaligus memperkuat pemahaman keislaman dan keorganisasian di lingkungan Muhammadiyah.


Ketua PDM Banjar, Hasbi Rivani, SKM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pengajian Ramadan seperti ini merupakan salah satu bentuk silaturahmi yang perlu terus diperkuat di lingkungan Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki beragam bentuk kajian, salah satunya adalah kajian yang diperuntukkan bagi unsur pimpinan seperti yang dilaksanakan pada kesempatan tersebut.


Ia menjelaskan bahwa kajian pimpinan memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman ideologi, gerakan, dan arah dakwah Muhammadiyah.


“Ini merupakan bentuk silaturahmi yang harus terus kita perkuat. Di Muhammadiyah ada berbagai jenis kajian, salah satunya kajian pimpinan seperti yang kita laksanakan hari ini. Melalui forum ini kita bisa memperdalam pemahaman dan memperkuat gerakan bersama,” ujarnya.


Hasbi juga menyampaikan rencana penguatan kajian di tingkat akar rumput setelah Idulfitri nanti. PDM Banjar akan mendorong masjid dan mushola Muhammadiyah di Kabupaten Banjar untuk mengaktifkan kajian yang berkaitan dengan tarjih dan pemahaman keorganisasian.


Menurutnya, masjid dan mushola Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan keilmuan dan kaderisasi warga persyarikatan.


“Setelah lebaran nanti kita dorong masjid dan mushola Muhammadiyah di Kabupaten Banjar untuk memperkuat kajian tarjih dan kajian keorganisasian. Ini penting agar warga Muhammadiyah semakin memahami ajaran Islam yang menjadi dasar gerakan Muhammadiyah,” jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut PDM Banjar juga menghimbau kepada seluruh majelis, lembaga, dan organisasi otonom agar mulai mengaktifkan penggunaan e-KTAM atau Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah berbasis digital.


Hasbi menyampaikan bahwa penguatan administrasi keanggotaan merupakan bagian penting dalam membangun sistem organisasi yang tertata dengan baik. Untuk pelaksanaan teknisnya, penggerakan e-KTAM akan dikoordinasikan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Banjar.


“PDM menghimbau agar majelis dan ortom mulai mengaktifkan e-KTAM. Untuk teknis pelaksanaannya nanti akan digerakkan oleh MPI PDM Banjar,” tambahnya.


Sementara itu dalam ceramah pengajian, Prof. Dr. Syaugi Mubarok Seff, MA yang merupakan Guru Besar UIN Antasari Banjarmasin sekaligus mantan Ketua Umum PDM Banjar menyampaikan materi tentang pentingnya memahami konsep maqashid syariah dalam kehidupan umat Islam.


Ia menjelaskan bahwa maqashid syariah merupakan tujuan utama dari syariat Islam yang menekankan pada kemaslahatan manusia. Melalui pemahaman maqashid syariah, umat Islam dapat melihat bahwa ajaran Islam memiliki keluasan makna dan tujuan yang sangat mendalam.


Menurutnya, pemahaman terhadap maqashid syariah penting dimiliki oleh warga Muhammadiyah agar mampu memahami Islam secara lebih komprehensif, tidak hanya sebatas pada aspek hukum formal, tetapi juga pada tujuan besar dari syariat itu sendiri.


“Warga Muhammadiyah perlu memahami maqashid syariah agar kita menyadari bahwa Islam itu sangat luas. Syariat tidak hanya berbicara tentang aturan, tetapi juga tentang tujuan untuk menjaga kemaslahatan manusia,” jelasnya.


Ia juga menekankan bahwa maqashid syariah berkaitan dengan perlindungan terhadap lima hal mendasar dalam kehidupan manusia, yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan, dan menjaga harta.


Dengan memahami prinsip-prinsip tersebut, umat Islam akan memiliki cara pandang yang lebih bijak dalam memahami berbagai persoalan kehidupan.


Selain itu Prof. Syaugi juga mengingatkan pentingnya melakukan pembaharuan dalam kehidupan masyarakat dengan pendekatan yang arif dan bijaksana. Ia menegaskan bahwa perubahan sosial tidak dapat dilakukan secara kasar atau memaksakan kehendak, tetapi harus melalui pendekatan dakwah yang penuh hikmah.


Menurutnya, salah satu ciri gerakan Muhammadiyah sejak awal berdirinya adalah melakukan pembaharuan atau tajdid dalam kehidupan umat Islam, baik dalam bidang pemahaman keagamaan, pendidikan, maupun kehidupan sosial.


“Perubahan kebiasaan masyarakat harus dilakukan dengan cara yang arif dan bijak. Dakwah tidak boleh memaksakan, tetapi harus memberi pemahaman dan contoh yang baik,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa penguatan ilmu pengetahuan menjadi bagian penting dalam gerakan dakwah Muhammadiyah. Menurutnya, warga Muhammadiyah harus terus memperkuat tradisi belajar dan memperluas wawasan keilmuan agar mampu menjawab tantangan zaman.


Melalui kegiatan pengajian Ramadan ini, diharapkan seluruh unsur Muhammadiyah di Kabupaten Banjar dapat terus memperkuat silaturahmi, meningkatkan pemahaman keislaman, serta memperkokoh gerakan dakwah yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemaslahatan.

Bagikan:
Bawi

Bawi

HABARMU adalah portal berita terpercaya yang menyajikan berbagai informasi terkini, akurat, dan terverifikasi kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menghadirkan berita yang faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga pembaca dapat memperoleh informasi yang jelas, relevan, dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan