Pendidikan

Pendidikan

Tak Lagi Khawatir Belajar Saat Hujan, Program Revitalisasi Sekolah Tuai Apresiasi

Tak Lagi Khawatir Belajar Saat Hujan, Program Revitalisasi Sekolah Tuai Apresiasi

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Program ini difokuskan pada sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan prioritas, seperti yang terdampak bencana, berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta mengalami kerusakan berat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional guna mewujudkan pendidikan yang bermutu, aman, dan merata di seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Pati di SMP Negeri 8 Pati, Minggu (12/4).

“Revitalisasi satuan pendidikan kami fokuskan pada sekolah terdampak bencana, daerah 3T, serta sekolah dengan kerusakan berat, agar seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2025, program ini didukung anggaran sebesar Rp16,9 triliun dan telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Revitalisasi mencakup pembangunan dan rehabilitasi berbagai sarana prasarana, seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang komputer, fasilitas sanitasi, hingga sarana pendukung lainnya.

Di Kabupaten Pati, sebanyak 90 satuan pendidikan telah menerima manfaat dari program ini. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif.

Salah satu sekolah penerima manfaat, SMP Negeri 1 Gembong, merasakan dampak signifikan dari program revitalisasi. Kepala sekolah, Istiana, mengungkapkan bahwa sebelumnya kondisi bangunan sekolah mengalami kerusakan cukup berat, mulai dari lantai hingga atap, bahkan air hujan kerap masuk ke ruang kelas dan mengganggu proses belajar mengajar.

“Setelah revitalisasi, kondisi sekolah berubah signifikan. Pembelajaran menjadi lebih aman dan nyaman, siswa pun lebih senang berada di sekolah,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak dan berkualitas.

Istiana berharap program revitalisasi dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai daerah agar seluruh peserta didik dapat belajar tanpa kekhawatiran terhadap kondisi bangunan sekolah.

Apresiasi juga disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Ia menilai dukungan pemerintah pusat sangat membantu dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerahnya.

Selain pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga mendorong pemanfaatan data yang akurat sebagai dasar perencanaan program. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan revitalisasi berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program revitalisasi satuan pendidikan diharapkan dapat terus berlanjut serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Sumber: Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Apa reaksi Anda?
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Subscribe to our Newsletter

Dapatkan berita terbaru dan update langsung ke email Anda. Gratis!