Ads Hostinger

Opini Pembaca

Opini Pembaca

Menuju 1 Abad Muhammadiyah di Kabupaten Banjar: Meneguhkan Gerakan, Menguatkan Peradaban

Menuju 1 Abad Muhammadiyah di Kabupaten Banjar: Meneguhkan Gerakan, Menguatkan Peradaban

Oleh Muhammad Nashir*

Menghitung dampak Muhammadiyah yang sudah berusia 100 tahun di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kita perlu mengakui bahwa 100 tahun bukanlah durasi yang singkat. Ini merupakan bukti dari dedikasi, pengabdian, juga bukti dari Muhammadiyah yang terus mempertahankan gerakan dakwah dan pengajaran yang diprakarsai oleh Ahmad Dahlan, dan masih relevan, bahkan di pelosok negeri, apalagi di Kabupaten yang Berjuluk Serambi Mekkah


Secara historis, awal kehadiran Muhammadiyah di Kabupaten Banjar diperkirakan dimulai pada tahun 1927, dengan berdirinya cabang pertama di Martapura. Dari titik inilah, benih pertama gerakan reformasi Islam mulai tumbuh dan menyebar ke seluruh Kabupaten Banjar. Pendirian cabang organisasi ini menjadi tanda bahwa organisasi Muhammadiyah sudah memasuki fase yang lebih terancang di wilayah ini.


Dalam beberapa dekade terakhir, telah terjadi perubahan signifikan dalam gerakan Muhammadiyah di Kabupaten Banjar. Perubahan ini dilakukan secara simbolis maupun terukur dalam peningkatan upaya di berbagai bidang, terutama di bidang pendidikan dan pembangunan masjid. Pertumbuhan ini bertepatan dengan pembukaan cabang-cabang baru Muhammadiyah di berbagai Kabupaten, yang menandakan penguatan struktur organisasi di samping basis gerakan yang semakin berkembang. Seiring dengan pembangunan masjid, sistem sekolah Muhammadiyah terus berkembang dari tingkat bawah hingga atas, mendirikan pusat-pusat komunitas untuk pengajaran ritual dan masjid.


Membentukan cabang-cabang baru Muhammadiyah di Kabupaten Banjar juga menjadi faktor penting percepatan, terutama dengan cabang-cabang baru Muhammadiyah yang tidak hanya menjadi perpanjangan organisasi di tingkat akar rumput, tetapi juga cabang-cabang yang melakukan kegiatan dakwah akar rumput dan pengembangan masyarakat. Dari cabang ini, banyak inisiatif lokal yang kontekstual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.


Kejadian menarik dalam kemajuan yang terlihat dalam amal usaha pendidikan. Amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan di Kabupaten Banjar telah berkembang baik dari segi kuantitas maupun kualitas, tentunya menjadi lembaga pendidikan yang terkemuka dan tidak bisa dipandang sebelah mata, hal tersebut tentunya buah dari kepercayaan masyarakat semakin meningkat kepada amal usaha pendidikan Muhammadiyah untuk menjadikan lembaga ini sebagai solusi pendidikan. Ini merupakan sebuah prestasi bagi lembaga pendidikan Muhammadiyah yang dihasilkan dari peningkatan minat masyarakat untuk mendaftar anak-anak mereka di lembaga pendidikan Muhammadiyah. Masyarakat juga telah berhasil dari prestasi akademik dan non akademik.


Keunggulan yang dimaksudkan di sekolah Muhammadiyah di atas tidak datang begitu saja, namun melalui proses yang dapat dikatakan cukup panjang. Sekolah-sekolah Muhammadiyah telah melakukan serangkaian konsistensi untuk menjaga dan memberikan pendidikan berkualitas. Sekolah Muhammadiyah juga memberikan dan membangun nilai-nilai komitmen terhadap masyarakat dan nilai-nilai Islam yang progresif. Sekolah-sekolah Muhammadiyah juga tidak hanya membangun dan mengasah keterampilan kognitif saja, akan tetapi juga membangun dan mengasah karakter, kedisiplinan dan akhlak. 


Menjelang peringatan seratus tahun Muhammadiyah, Kabupaten Banjar didorong tidak hanya untuk meningkatkan kuantitas usaha bisnisnya tetapi juga untuk meningkatkan kualitas kadernya. Pembentukan kader adalah jantung dari gerakan ini. Tanpa kader yang militan, berintegritas, dan visioner, usaha bisnis hanya akan menghasilkan struktur fisik yang tanpa semangat perjuangan.


Dalam beberapa tahun terakhir, antusiasme terhadap gerakan pengembangan kader semakin meningkat. Pelatihan, pendampingan, pelatihan kepemimpinan, dan kegiatan penguatan organisasi telah dilakukan. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan gerakan ini di tahun-tahun mendatang. Seratus tahun pertama adalah pondasinya; seratus tahun berikutnya akan membutuhkan generasi penerus baru yang lebih adaptif dan inovatif.


Gerakan Muhammadiyah di Kabupaten Banjar juga menghadapi tantangan zaman seperti digitalisasi, pergeseran pola pikir generasi muda, dan dinamika sosial-keagamaan yang semakin kompleks. Namun, melihat rekam jejak hampir satu abad sejak tahun 1927, ada optimisme bahwa organisasi ini akan mampu beradaptasi sambil tetap mempertahankan identitasnya.


Dalam beberapa waktu terakhir kehadiran Muhammadiyah di Kabupaten Banjar juga tidak hanya tampak melalui aktivitas dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan, tetapi juga melalui peran nyata dalam penanganan kebencanaan. Dalam berbagai peristiwa bencana yang melanda daerah, kader dan relawan Muhammadiyah kerap hadir di tengah masyarakat yang terdampak. Melalui gerakan kemanusiaan yang terorganisir, Muhammadiyah menunjukkan kepeduliannya dengan mendirikan pos koordinasi, membuka dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik bagi para korban. Kehadiran ini menjadi bentuk nyata dari semangat Islam berkemajuan yang menempatkan kemanusiaan sebagai nilai utama dalam setiap gerakan.


Lebih dari sekadar memberikan bantuan, keterlibatan Muhammadiyah dalam kebencanaan juga mencerminkan komitmen organisasi ini untuk hadir bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang. Melalui berbagai elemen dan lembaga kemanusiaannya, seperti Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Muhammadiyah berupaya memastikan bahwa masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan dukungan yang cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Semangat gotong royong yang dibangun dalam setiap aksi kebencanaan menjadi penanda bahwa Muhammadiyah bukan hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai gerakan kemanusiaan yang terbuka dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.


Refleksi dan Harapan untuk Masa Depan

Refleksi untuk peringatan seratus tahun Muhammadiyah di Banjar bukan hanya menengok ke belakang, tetapi juga mempersiapkan masa depan. Kedatangannya diperkirakan dimulai pada tahun 1927 dengan berdirinya Cabang Muhammadiyah Martapura, dan hingga kini seiring perkembangannya dengan berbagai cabang dan organisasi pelayanan sosial, Muhammadiyah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat Banjar.


Kemajuan dalam filantropi, khususnya di bidang pendidikan dan masjid, merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Namun, prestasi ini juga harus menjadi dasar untuk melangkah lebih jauh. Ke depannya, Muhammadiyah di Kabupaten Banjar dituntut untuk lebih memperkuat pengelolaan kegiatan filantropi agar lebih profesional dan akuntabel. Inovasi dalam dakwah dan metode pendidikan juga dibutuhkan agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.


Seratus tahun adalah simbol ketahanan. Ini menunjukkan bahwa suatu gerakan telah melalui berbagai fase: pertumbuhan, ujian, konsolidasi, dan pembaharuan. Jika dalam beberapa dekade terakhir Muhammadiyah di Kabupaten Banjar telah mampu menunjukkan kemajuan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan jumlah cabang, perluasan inisiatif filantropi melalui lembaga terpercaya yakni Lazismu, dan pendirian lembaga pendidikan yang unggul, harapan untuk masa depan tentu lebih menjanjikan.


Memasuki hampir seratus tahun berdirinya, Muhammadiyah di Kabupaten Banjar tidak hanya memperingati usia, tetapi juga menegaskan kembali komitmen: menjadi sebuah gerakan Islam yang mencerahkan, memajukan pendidikan, menguatkan masyarakat, dan berkontribusi terhadap pembangunan wilayah. Dengan semangat kolektif para pimpinan, kader, anggota dan simpatisan, persyarikatan ini, insya Allah, akan berupaya untuk terus berkembang dan menjadi penting, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Kabupaten Banjar.


*Penulis merupakan Alumnus S1 PSP Sejarah ULM Banjarmasin dan Anggota Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kabupaten Banjar

Bagikan:
Administrator

Administrator

HABARMU adalah portal berita terpercaya yang menyajikan berbagai informasi terkini, akurat, dan terverifikasi kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menghadirkan berita yang faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga pembaca dapat memperoleh informasi yang jelas, relevan, dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan