Pembakal Banjar “Naik Kelas”, Belajar Public Speaking Bareng Duta Grooming, Siap Lebih Percaya Diri di Depan Warga
Banjar – Langkah tidak biasa dilakukan para pambakal di Kabupaten Banjar. Mereka tidak hanya mengurus administrasi desa, tetapi kini mulai serius belajar berbicara di depan publik agar lebih percaya diri saat memimpin masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menggelar pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa tahun 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Duta Grooming yang dikenal fokus pada pengembangan komunikasi dan citra diri.
Pelatihan ini berlangsung di Kecamatan Kertak Hanyar dan diikuti oleh pambakal dari berbagai desa. Mereka tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi juga langsung praktik berbicara di depan peserta lain.
Kepala DPMD Banjar, Muhammad Hafizh Anshari, menegaskan bahwa kemampuan public speaking kini menjadi kebutuhan penting bagi seorang kepala desa. Dalam setiap kegiatan, pambakal sering diminta memberikan sambutan, menjelaskan program, hingga menyelesaikan persoalan warga melalui komunikasi yang baik.
“Pambakal harus mampu menyampaikan pesan dengan jelas dan meyakinkan. Itu kunci agar program desa bisa dipahami masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, peserta dibimbing menyusun naskah pidato, mengatur intonasi suara, hingga membangun kepercayaan diri saat tampil. Metode yang digunakan dibuat interaktif agar peserta tidak merasa kaku.
Kehadiran Duta Grooming memberi warna berbeda dalam pelatihan ini. Lembaga ini memang dikenal bergerak di bidang pengembangan personal, termasuk public speaking dan service excellent.
Selain komunikasi, para pambakal juga mendapatkan materi lain seperti pengelolaan keuangan desa, pelayanan publik, serta manajemen konflik. Pemerintah daerah menilai, peningkatan kapasitas ini penting agar aparatur desa mampu mengikuti perubahan kebijakan yang terus berkembang.
Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari dan dibagi dalam beberapa angkatan. Dengan pendekatan yang lebih praktis, pemerintah berharap para pambakal tidak hanya memahami teori, tetapi benar-benar siap tampil di tengah masyarakat.
Perubahan ini menjadi sinyal bahwa peran kepala desa tidak lagi sekadar administratif. Mereka dituntut menjadi komunikator yang mampu membangun kepercayaan warga.
Jika sebelumnya banyak pambakal merasa gugup saat berbicara di depan umum, kini mereka mulai berani tampil. Bahkan, beberapa peserta terlihat antusias saat diminta praktik langsung.
Langkah ini dinilai sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Ketika komunikasi berjalan baik, program pembangunan juga lebih mudah diterima masyarakat.
Pelatihan public speaking ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya soal fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dan dari ruang pelatihan inilah, para pambakal Banjar mulai membangun kepercayaan diri baru untuk memimpin lebih baik.