Martapura — Suasana Idulfitri yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi tragedi di Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Seorang pemuda berusia 18 tahun mengalami luka serius setelah mercon yang ia pegang meledak secara tiba-tiba.
Peristiwa ini terjadi pada pagi hari saat momen Lebaran 1447 Hijriah, tepatnya di Desa Melayu, Kecamatan Martapura Timur. Korban yang diketahui berinisial J langsung mengalami luka parah di bagian tangan akibat ledakan tersebut.
Kejadian ini sontak mengundang perhatian warga sekitar. Mereka segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Ledakan Terjadi Saat Bermain Mercon Sejak Dini Hari
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama sejumlah temannya sudah bermain mercon sejak dini hari, bertepatan dengan suasana malam takbiran. Aktivitas ini berlanjut hingga pagi hari sebelum akhirnya terjadi ledakan yang melukai korban.
Ledakan tersebut cukup kuat hingga menyebabkan luka robek serius pada tangan korban. Ia bahkan harus menjalani tindakan medis darurat karena kondisi lukanya cukup parah.
Tradisi Tahunan yang Berisiko Tinggi
Warga setempat menyebutkan bahwa bermain mercon saat malam takbiran memang sudah menjadi tradisi di wilayah tersebut. Bahkan, tidak hanya warga lokal, banyak orang dari luar daerah ikut datang untuk meramaikan suasana.
Namun, kejadian ini kembali menjadi peringatan bahwa tradisi tersebut menyimpan risiko besar, terutama jika tidak disertai pengawasan dan kesadaran akan bahaya bahan peledak.
Dorongan Aturan Lebih Tegas
Pasca kejadian ini, muncul dorongan dari masyarakat dan tokoh setempat agar pemerintah daerah segera membuat aturan yang lebih tegas terkait penggunaan mercon.
Harapannya, kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama di momen besar seperti Lebaran yang seharusnya menjadi waktu berkumpul dengan aman bersama keluarga.
Pesan Penting untuk Masyarakat
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penggunaan petasan atau mercon bukan hanya soal tradisi, tetapi juga menyangkut keselamatan. Tanpa pengamanan yang baik, risiko cedera serius bahkan kematian bisa terjadi kapan saja
Lebaran seharusnya menjadi momen kebahagiaan, bukan justru meninggalkan luka dan penyesalan.