STIKES Husada Borneo Resmi Bergabung ke Muhammadiyah, Perkuat Ekosistem PTMA di Bidang Kesehatan
Yogyakarta – Langkah konsolidasi pendidikan tinggi kembali dilakukan oleh Muhammadiyah melalui penguatan jejaring Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Kali ini, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan STIKES Husada Borneo resmi bergabung ke dalam sistem Muhammadiyah melalui proses alih kelola kelembagaan dari Yayasan Husada Borneo.
Proses tersebut ditandai dengan penandatanganan akta notaris yang berlangsung di Sleman, Yogyakarta, pada 10 April 2026. Perwakilan Muhammadiyah hadir melalui unsur Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan atau Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai pihak yang mengawal integrasi ini.
Alih kelola ini bukan sekadar perubahan administratif, tetapi menjadi bagian dari strategi besar Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan. Dalam beberapa tahun terakhir, Muhammadiyah memang konsisten melakukan ekspansi dan penguatan institusi pendidikan sebagai upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Perwakilan Majelis Diktilitbang menegaskan bahwa integrasi STIKES Husada Borneo ke dalam ekosistem PTMA diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola kampus, memperkuat riset, serta memperluas kontribusi pengabdian kepada masyarakat. Langkah ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif dan dinamis.
Di sisi lain, pihak Yayasan Husada Borneo menyambut positif proses ini sebagai momentum transformasi kelembagaan. Pembina yayasan menilai bahwa bergabung dengan Muhammadiyah membuka peluang besar bagi pengembangan institusi, terutama dalam hal peningkatan mutu akademik dan perluasan jejaring nasional maupun internasional.
Selama ini, STIKES Husada Borneo dikenal sebagai salah satu institusi yang berfokus pada pendidikan tenaga kesehatan. Namun, perkembangan sektor kesehatan yang semakin kompleks menuntut adanya penguatan sistem pendidikan yang lebih terintegrasi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Muhammadiyah dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Bahkan sebelumnya, rencana pengembangan kampus ini telah diarahkan untuk naik kelas menjadi institusi yang lebih besar dengan penambahan program studi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan di wilayah Kalimantan. Penguatan ini mencakup peningkatan akreditasi, kualitas sumber daya manusia, hingga tata kelola kelembagaan yang lebih profesional.
Integrasi STIKES Husada Borneo ke dalam jaringan PTMA juga mempertegas posisi Muhammadiyah sebagai salah satu kekuatan utama dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Hingga saat ini, Muhammadiyah telah mengelola ratusan institusi pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, dengan sistem yang relatif mapan dan terintegrasi.
Tidak hanya itu, penguatan di bidang kesehatan menjadi salah satu fokus penting Muhammadiyah, mengingat kebutuhan tenaga kesehatan yang terus meningkat. Dengan bergabungnya STIKES Husada Borneo, diharapkan akan lahir lebih banyak tenaga profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki nilai keislaman dan kemanusiaan yang kuat.
Ke depan, langkah ini diproyeksikan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas internal kampus, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas, terutama dalam layanan kesehatan dan pengabdian berbasis ilmu pengetahuan.
Dengan demikian, alih kelola ini menjadi bagian dari gerakan besar Muhammadiyah dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan bangsa.
SUmber: wartaptm.id