Sebuah fenomena menarik terjadi di Kota Banjarbaru saat momen Idul Fitri tahun ini. Billboard ucapan selamat Hari Raya yang biasanya identik dengan menampilkan wajah kepala daerah, kali ini hadir berbeda. Tidak terlihat foto wali kota maupun pejabat daerah dalam ucapan tersebut, melainkan hanya pesan sederhana yang langsung ditujukan kepada masyarakat.
Keunikan ini pertama kali ramai diperbincangkan setelah muncul dalam unggahan reels Instagram milik Lisa Halaby (@hj.lisahalaby). Dalam unggahan tersebut, sejumlah warganet memberikan respons positif terhadap pendekatan yang dinilai lebih sederhana dan tidak berlebihan.
Salah satu komentar menyebutkan rasa kagumnya karena akhirnya menemukan billboard ucapan Idul Fitri tanpa menampilkan wajah kepala daerah. Hal ini dianggap sebagai sesuatu yang “keren” dan berbeda dari kebiasaan pada umumnya. Warganet lain juga memberikan apresiasi, menyebut langkah tersebut sebagai sesuatu yang patut dicontoh.
Tidak hanya itu, sosok Lisa Halaby juga mendapat pujian dari masyarakat terkait sikapnya yang dinilai rendah hati. Dalam momen Salat Idul Fitri, ia disebut datang lebih awal tanpa menarik perhatian berlebihan. Bahkan, sambutan resmi pada saat itu diwakilkan oleh Sekretaris Daerah, yang semakin memperkuat kesan kesederhanaan dalam kepemimpinannya.
Fenomena ini kemudian memunculkan perbincangan lebih luas di kalangan masyarakat. Banyak yang menilai bahwa pendekatan tanpa menonjolkan figur pejabat dalam media publik seperti billboard dapat menjadi contoh komunikasi yang lebih fokus pada pesan, bukan personal branding.
Di sisi lain, langkah ini juga dianggap mencerminkan gaya kepemimpinan yang lebih membumi dan dekat dengan masyarakat. Kesederhanaan yang ditampilkan justru dinilai mampu membangun citra positif tanpa perlu tampil secara dominan di ruang publik.
Tagar #hanyadiBANJARBARU pun ikut mengiringi perbincangan ini di media sosial, memperkuat kesan bahwa fenomena tersebut menjadi ciri khas tersendiri bagi kota tersebut.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa hal sederhana sekalipun dapat memberikan dampak besar dalam membentuk persepsi publik, terutama ketika dilakukan di momen penting seperti Hari Raya Idul Fitri. Kesederhanaan dalam penyampaian pesan dinilai mampu menghadirkan kedekatan emosional dengan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai ketulusan dalam komunikasi publik.
Tidak sedikit warga yang berharap pendekatan seperti ini dapat terus dipertahankan, bahkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat secara lebih elegan, efektif, dan tidak berlebihan.