Muhammadiyah

Muhammadiyah

Muhammadiyah Dorong Pembelajaran Tatap Muka Jadi Prioritas, Soroti Peran Guru dan Kualitas Pendidikan

Muhammadiyah Dorong Pembelajaran Tatap Muka Jadi Prioritas, Soroti Peran Guru dan Kualitas Pendidikan

JAKARTA — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi pilihan utama dalam sistem pendidikan nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, yang menilai interaksi langsung antara guru dan murid memiliki peran penting dalam membentuk kualitas pendidikan secara menyeluruh.


Menurut Anwar Abbas, proses belajar mengajar secara langsung memungkinkan guru memahami kondisi siswa secara lebih nyata. Sebaliknya, siswa juga dapat menangkap materi pelajaran dengan lebih baik dibandingkan melalui sistem daring. Ia menekankan bahwa hubungan yang terbangun dalam pembelajaran tatap muka tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga emosional dan sosial. 


“Jika pembelajaran dilakukan secara langsung, akan terbangun kedekatan antara guru dan murid,” ujarnya. Kedekatan ini dinilai penting karena peran guru tidak sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai kehidupan pada peserta didik.


Lebih lanjut, Anwar menjelaskan bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual. Ia menegaskan bahwa pembentukan akhlak dan budi pekerti merupakan bagian utama dari tujuan pendidikan nasional. Dengan pembelajaran tatap muka, proses penanaman nilai tersebut dinilai lebih efektif.


Pandangan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan pengembangan manusia secara utuh, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun karakter. Oleh karena itu, menurutnya, sistem pembelajaran daring hanya sebaiknya digunakan dalam kondisi tertentu, seperti keadaan darurat.


Di sisi lain, kebijakan pemerintah juga menunjukkan arah yang serupa. Pemerintah memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara tatap muka, meskipun sempat muncul wacana pembelajaran jarak jauh sebagai bagian dari upaya efisiensi energi. 


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga kualitas pendidikan dan mencegah terjadinya learning loss. Ia menyebut bahwa pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak dalam kondisi saat ini. 


Selain itu, sejumlah kalangan pendidikan juga memberikan pandangan serupa. Organisasi guru menilai bahwa pembelajaran tatap muka tetap lebih efektif dalam menjaga kualitas pemahaman siswa. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa pelaksanaan tatap muka harus diiringi dengan peningkatan kualitas pembelajaran itu sendiri.


Ketua Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, menyebut bahwa tantangan pendidikan tidak berhenti pada pilihan metode pembelajaran. Ia menegaskan bahwa kualitas proses belajar harus menjadi fokus utama, termasuk kompetensi guru dan suasana belajar yang menyenangkan. 


Menurutnya, pembelajaran tatap muka harus dirancang agar lebih bermakna dan mampu meningkatkan minat belajar siswa. Hal ini penting agar pendidikan tidak hanya berjalan secara formal, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perkembangan peserta didik.


Dengan berbagai pandangan tersebut, pembelajaran tatap muka kini semakin diposisikan sebagai fondasi utama dalam sistem pendidikan Indonesia. Baik dari sisi organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah maupun pemerintah, terdapat kesamaan pandangan bahwa interaksi langsung antara guru dan siswa masih menjadi kunci dalam menjaga mutu pendidikan nasional.


Ke depan, tantangan yang dihadapi bukan hanya mempertahankan sistem tatap muka, tetapi juga memastikan kualitasnya terus meningkat agar mampu menjawab kebutuhan zaman.

Apa reaksi Anda?
📊
Polling
Menurut Anda, apakah pembelajaran tatap muka memang harus diutamakan saat ini?
Ya, sangat penting 0 suara (0%)
Ya, tapi harus dikombinasikan dengan online 0 suara (0%)
Tidak, pembelajaran online lebih efektif 0 suara (0%)
Tergantung kondisi daerah 0 suara (0%)
Bagikan:

Tinggalkan Balasan