Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau para tokoh agama agar tidak mengeluarkan pernyataan terkait perbedaan penetapan Idulfitri 1447 H yang berpotensi menimbulkan ketegangan di masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan.
Usai melaksanakan salat Idulfitri di lingkungan UMY, Bantul, Haedar menyampaikan keyakinannya bahwa masyarakat Indonesia mampu bersikap dewasa dalam menghadapi perbedaan semacam ini. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang berusaha mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain, baik dari sudut pandang keagamaan maupun pemerintahan.
Menurutnya, perbedaan dalam penetapan hari raya bukan hal baru, sehingga tidak perlu dibesar-besarkan. Ia justru mengajak umat Muslim untuk lebih fokus pada kualitas ibadah dan meningkatkan kesalehan, tanpa terpengaruh oleh perbedaan yang dapat merusak ukhuwah.
Sebagaimana diketahui, PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab. Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan Idulfitri pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan hasil sidang isbat.